Alghuroba minal mu'minin
Official Website Salafus Shalih
 
Home
Forum Ilmiah
Chatting
Buku Tamu
Tasjilat
Download
 Untaian Nasehat
"Menuntut ilmu agama ini adalah wajib atas setiap Muslim (pria maupun wanita)." (HR. Ibnu Majah & Baihaqi)

"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikannya, niscaya Allah jadikan dia paham terhadap agama-Nya." (HR. Bukhari)

"Allah mengangkat derajat orang-orang beriman dari kalian dan orang-orang yang berilmu tentang agama ini dengan beberapa derajat" (Al Mujadalah:11)

"Islam mulai didakwahkan dalam keadaan asing di kalangan ummat manusia, dan Islam nantinya di belakang hari akan kembali kepada keasingannya. Maka beruntunglah ALGHUROBAA yakni orang-orang yang dianggap asing oleh lingkungannya (karena menjalankan ajaran Islam yang sudah tidak dikenal lagi oleh keumuman orang). Para shahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah?" Beliau menjawab: Yaitu mereka yang melakukan gerakan ishlah ketika terjadi kerusakan perangai pada keumuman manusia.” (HR. Al-Imam Abu Bakar Al-Ajurri dalam Al-Ghuraba’ minal Mu’minin hal. 23, dan At-Tirmidzi dalam Kitabul Iman bab 13 dan berkata Tirmidzi: hadits ini hasan shahih gharib, dan Al-Baihaqi dalam Az-Zuhdul Kabir no. 198 hal. 114, Al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaid 7 / 278 dari Jabir radliyallahu 'anhu)

"Jika seorang anak Adam wafat maka terputus amalannya kecuali tiga perkara: "shodaqoh jariyah (mengalir pahalanya), ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendo'akan orang tuanya." (HR. Muslim)

 Menu Utama
 Wawancara
Terkait kerusuhan di POSO Saya akan sampaikan di sini sebatas apa yang saya ketahui yakni dari sisi pandangan ideologis
                 more info »
 
 
Berkenalan dengan Manhaj Salaf Kesimpangsiuran yang terjadi pada sebagian orang yang mengaku bermanhaj "Salaf"
                 more info »
 Pengelola

  Fikri Abul Hassan



 Total Pengunjung
Anda Pengunjung ke Web Counter

                 
 
 

 

 

Welcome To Homepage Alghuroba

 

Sunnah Berucap Baik & Menampakkan Wajah Berseri-seri Ketika Berjumpa

Berkata Al Imam An Nawawi Rahimahullah dalam kitab beliau Riyadhus Sholihin:

Allah Ta’ala Berfirman :

“Dan berendah hatilah kamu terhadap orang-orang yang beriman”. (Al Hijr: 88)

“Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, niscaya mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu”. (Al Imran: 159)

Dari ‘Adi Bin Hatim Radhiyallahu ‘anhu, Berkata Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa aalihi wa sallam :

“Takutlah kalian dari api neraka, walaupun hanya dengan bershodaqoh sebiji kurma. Barangsiapa yang tidak punya sebiji kurma, maka hendaklah bershodaqoh dengan perkataan yang baik”. (HR. Bukhori no.1417 dan Muslim no.1016)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shollallahu ‘alayhi wa aalihi wa sallam bersabda :

“Dan perkataan yang baik termasuk shodaqoh”. (HR. Bukhori no. 2707 dan Muslim no. 1009)

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, Berkata Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa aalihi wa sallam :

“Janganlah kalian menganggap remeh kebaikan sekecil apapun, walaupun salah seorang dari kalian bertemu saudaranya hanya dengan wajah yang berseri-seri”. (HR. Muslim no. 2626)

Penjelasan Syaikh Muhammad Bin Sholih Al ‘Utsaimin Rahimahullah berkenaan dengan ayat dan hadits diatas (Syarh).

Apabila seseorang berjumpa dengan saudaranya sesama muslim, maka hendaknya dia menampakkan kegembiraan dengan wajah yang berseri-seri dan berkata dengan tutur kata yang baik. Karena sesungguhnya perbuatan yang demikian ini merupakan akhlaq Nabi Shollallahu ‘alayhi wa aalihi wa sallam. Dan sikap seperti ini tidaklah menurunkan kewibawaan seseorang, melainkan akan mengangkat derajatnya dan mendapatkan balasan dan pahala dari sisi Allah ‘azza wa jalla.

Seorang muslim hendaknya menampakkan wajah yang berseri-seri ketika berjumpa dengan saudaranya dan berkata dengan tutur kata yang baik, demi memperoleh pahala, loyalitas (kecintaan) dan kasih sayang sesama saudaranya. Karena jika kaum muslimin membiasakan diri dengan akhlaq seperti ini, maka akan dapat mencegah mereka dari sifat sombong dan mendidik kepribadiannya untuk tidak berbangga-bangga diri atas saudaranya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

“Dan berendah hatilah kamu terhadap orang-orang yang beriman”. (Al Hijr: 88)

Berendah hati dalam ayat diatas yaitu bersikap lembut dan tawadhu’ terhadap kaum mu’minin (bukan berendah diri: minder, -red), karena sesungguhnya setiap mu’min pantas diperlakukan demikian. Adapun sikap terhadap orang-orang kafir, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala membimbing kita dengan firman-Nya :

“Wahai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafiq serta bersikap keraslah terhadap mereka. Dan tempat mereka adalah neraka jahannam,  dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (At-Tawbah: 73)

Pada asalnya hanya kaum mu’minin saja yang berhak diberikan rasa simpatik dengan menampakkan kegembiraan dan wajah yang berseri-seri. Namun jika ada dari orang kafir yang diharapkan keislamannya, maka hendaknya kita bergaul dengan mereka juga menampakkan kegembiraan dan wajah yang berseri-seri. Karena dengan sikap seperti itu, kita dapat mengambil manfaat ketika berjumpa dengan mereka, yaitu dalam rangka meluluhkan hati mereka, sehingga dengan mudah mereka mau merujuk kepada Islam. Akan tetapi jika kita bersikap tawadhu’ dan menunjukkan rasa simpatik kepada orang kafir itu, dan ternyata justru membuat dia besar diri dan semakin bertambah kesombongannya terhadap kaum mu’minin, maka dalam konteks ini kita dilarang untuk menunjukkan sikap ramah kepadanya.

Ketahuilah, dengan wajah yang berseri-seri sahabatmu akan merasa gembira gegap gempita dan penuh semangat ketika berjumpa. Dia akan membedakan orang-orang yang pernah berjumpa dengannya yakni antara orang-orang yang bermuka masam, dengan orang-orang yang wajahnya berseri-seri. Nabi Shollallahu ‘alayhi wa aalihi wa sallam menasehati Abu Dzar Al Ghifari Rodhiyallahu ‘anhu:

“Janganlah kalian menganggap remeh kebaikan sekecil apapun, walaupun salah seorang dari kalian bertemu saudaranya hanya dengan wajah yang berseri-seri”. (HR. Muslim no. 2626)

Menampakkan wajah yang berseri-seri memiliki nilai kebaikan, karena dengan demikian dapat membuat saudaramu senang dan menjadikan hatinya lapang. Kemudian jika sikap ini digandengkan dengan tutur kata yang baik, maka akan menjadi dua kebaikan yang saling melengkapi. Nabi Shollallahu ‘alayhi wa aalihi wa sallam bersabda :

“Takutlah kalian dari api neraka, walaupun dengan bershodaqoh sebiji kurma..”

Hendaknya kalian jadikan pelindung; antara kalian dengan api neraka yakni dengan bershodaqoh sebiji kurma. Karena amalan shodaqoh akan melindungi kalian dari api neraka, tentunya jika Allah menerima shodaqoh kalian. Namun apabila kalian tidak memiliki sebiji kurma, maka Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa aalihi wa sallam memberikan alternatif lain yang juga dapat melindungi kalian dari api neraka yakni berupa perkataan yang baik. Seperti kalian bertanya tentang keadaan sahabat kalian “kayfa anta?”, “kayfa haluka?” (bagaimana kabarmu?), “kayfa ikhwanuka?” (bagaimana kabar saudara-saudaramu?), “kayfa ahluka?” (bagaimana kabar keluargamu?) dan semisalnya. Dimana sikap seperti ini dapat menjadi sebab gembiranya sahabat kalian dan melapangkan hatinya. Ketahuilah, bahwa semua perkataan yang baik termasuk shodaqoh, dan Allah akan memberikan ganjaran serta pahala bagi siapa yang mengamalkannya. Sebagaimana sabda Nabi Shollallahu ‘alayhi wa aalihi wa sallam :

“Kebaikan itu adalah akhlaq yang baik”

Dan Nabi ‘Alaihish sholatu wassalam juga bersabda :

“Kaum mu’minin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaqnya”

Syarh Riyadhus Sholihin hal. 581-582
Syaikh Muhammad Bin Sholih Al-‘Utsaymin Rahimahullah
Penterjemah: Fikri Abul Hassan





Copyright © 2007 ALGHUROBA CREW 0856 4310 2002 (no esemes)