- Alghuroba.org - http://alghuroba.org -

:: Yaa Ali.. Yaa Jailani ?
Admin  09 September

Sebagian orang menyatakan: “Yaa Nabi Muhammad” atau “Yaa ‘Ali Bin Abi Thalib” atau “Yaa Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani” ketika dalam keadaan terjepit atau tertimpa musibah, bagaimana hukumnya?

Jawab:

Jika yang dimaksud ialah berdoa kepada mereka atau isti’anah (minta pertolongan) kepada mereka sebagai pihak-pihak yang diserukan, maka dia musyrik dengan kesyirikan yang besar dan keluar dari agama. Maka wajib atas orang tersebut untuk segera bertaubat kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dan hendaknya hanya berdoa kepada Allah semata. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesulitan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) dibumi? Apakah ada tuhan lain bersama Allah?”. (An-Naml: 62)

Maka dia dengan perbuatannya itu divonis sebagai musyrik, dungu dan menyia-nyiakan dirinya. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan orang yang membenci agama Ibrahim, hanyalah orang-orang yang membikin kedunguan atas dirinya sendiri”. (Al-Baqarah: 130)

Juga firman Allah Ta’ala:

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang berdoa kepada selain Allah; (pihak-pihak selain Allah itu) tidak dapat memperkenankan doanya sampai hari kiamat, dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka”. (Al-Ahqaf: 5)

Fatawal Aqidah Hal. 394-395
Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah
Alih Bahasa : Fikri Abul Hassan