Alghuroba minal mu'minin
Official WEBSITE Salafus Shalih
 
Home
Forum Ilmiah
Chatting
Buku Tamu
Tasjilat
Download
 Untaian Nasehat
"Menuntut ilmu agama ini adalah wajib atas setiap Muslim (pria maupun wanita)." (HR. Ibnu Majah & Baihaqi)

"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikannya, niscaya Allah jadikan dia paham terhadap agama-Nya." (HR. Bukhari)

"Allah mengangkat derajat orang-orang beriman dari kalian dan orang-orang yang berilmu tentang agama ini dengan beberapa derajat" (Al Mujadalah:11)

"Islam mulai didakwahkan dalam keadaan asing di kalangan ummat manusia, dan Islam nantinya di belakang hari akan kembali kepada keasingannya. Maka beruntunglah ALGHUROBAA yakni orang-orang yang dianggap asing oleh lingkungannya (karena menjalankan ajaran Islam yang sudah tidak dikenal lagi oleh keumuman orang). Para shahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah?" Beliau menjawab: Yaitu mereka yang melakukan gerakan ishlah ketika terjadi kerusakan perangai pada keumuman manusia.” (HR. Al-Imam Abu Bakar Al-Ajurri dalam Al-Ghuraba’ minal Mu’minin hal. 23, dan At-Tirmidzi dalam Kitabul Iman bab 13 dan berkata Tirmidzi: hadits ini hasan shahih gharib, dan Al-Baihaqi dalam Az-Zuhdul Kabir no. 198 hal. 114, Al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaid 7 / 278 dari Jabir radliyallahu 'anhu)

"Jika seorang anak Adam wafat maka terputus amalannya kecuali tiga perkara: "shodaqoh jariyah (mengalir pahalanya), ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendo'akan orang tuanya." (HR. Muslim)

 Menu Utama
 Wawancara
Terkait kerusuhan di POSO Saya akan sampaikan di sini sebatas apa yang saya ketahui yakni dari sisi pandangan ideologis
                 more info »
 
 
Berkenalan dengan Manhaj Salaf Kesimpangsiuran yang terjadi pada sebagian orang yang mengaku bermanhaj "Salaf"
                 more info »
 Pengelola

  Fikri Abul Hassan



 Total Pengunjung
Anda Pengunjung ke Web Counter

                 
 
 

 

 

Welcome To Homepage Alghuroba
Fatwa Ulama Seputar Aqidah Islamiyah

Bagaimana hukum orang yang mengolok-olok orang-orang yang berpegang teguh dengan perintah Allah dan Rasul-Nya?

Jawab:
Mengolok-olok orang-orang yang berpegang teguh dengan perintah Allah dan Rasul-Nya disebabkan karena mereka itu berpegang teguh (konsisten) dengan perintah itu, hukumnya haram, dan berbahaya sekali terhadap dirinya. Karena dikhawatirkan kebenciannya terhadap mereka itu disebabkan kebenciannya terhadap kondisi mereka yang berpegang teguh dengan ajaran agama Allah, di saat itu, pengolok-olokannya terhadap mereka menjadi pengolok-olokan terhadap jalan yang mereka tempuh (ajaran yang mereka pegang), maka mereka menyerupai orang yang telah dikatakan Allah tentang mereka :

"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman". (At-Taubah : 65,66).

Sesungguhnya ayat ini turun kepada satu kaum dari orang-orang munafik yang mereka berkata: "Kami tidak melihat mereka ini seperti qari (pembaca-pembaca) kami -yang mereka maksudkan adalah Rasulullah -shallallahu `alaihi wa sallam- dan para sahabatnya- yang lebih suka makan, yang lebih pendusta lidahnya, dan yang lebih penakut dihadapan musuh. Lalu Allah menurunkan ayat ini terhadap diri mereka.

Berhati-hatilah orang yang mengolok-olok penegak kebenaran, dikarenakan mereka itu dari penegak agama. Sesungguhnya Allah telah berfirman :

"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat". Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (Al-Muthaffifiin : 29-36).




----------------------------------------------------------------------------------

Soal :
Apa definisi Islam dan apa perbedaan antara Islam dan Iman?

Jawab :
Islam secara umum artinya adalah beribadah kepada Allah Ta'ala dengan apa yang disyariatkannya dari ibadah-ibadah yang dibawakan oleh para Rasul Allah Subhanahu Wa Ta'ala sejak diutuskan mereka oleh Allah para Rasul sampai hari kiamat, maka mencakup apa yang dibawakan oleh Nabi Nuh dari petunjuk dan haq dan apa yang dibawakan oleh Musa ‘alaihissalam dan yang dibawa oleh Isa ‘alaihissalam dan mencakup juga dengan apa yang dibawa oleh Ibrahim ‘alaihissalam beliau adalah Imam yang lurus sebagaimana yang telah Allah sebutkan dalam banyak ayat yang menunjukkan bahwa syariat-syariat terdahulu adalah islam. Dan adapun makna islam secara khusus yaitu setelah diutusnya Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam maka islam itu hanya khusus terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam karena apa yang dibawa oleh beliau sebagai penghapus seluruh agama-agama atau ajaran-ajaran terdahulu, maka menjadilah orang yang mengikuti beliau itu adalah muslim dan yang menyelisihi beliau bukanlah muslim, karena dia belum menyerahkan dirinya kepada Allah tetapi dia menyerahkan dirinya kepada hawa nafsu. Maka pada zaman Nabi Musa ‘alaihissalam orang Yahudi adalah muslim dan juga pada zaman nabi Isa orang Nashoro adalah muslim akan tetapi setelah Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam diutus menjadi Rasul semua mereka tersebut adalah kafir (kalau tidak mau tunduk terhadap ajaran Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam) maka bukanlah mereka itu muslim karena itu tidak boleh bagi seseorang berkeyakinan bahwa agama nashrani dan yahudi sekarang ini adalah benar dan diterima disisi Allah.

Maka sungguh orang yang berkeyakinan seperti itu telah kafir dan keluar dari islam karena Allah berfirman: “sesungguhnya agama yang sah disisi Allah adalah islam”.

Dan firman Allah Ta'ala:

“Barangsiapa yang mencari agama selain dari islam maka tidaklah diterima”.

Dan demikianlah islam yang Allah telah mengisyaratkannya, islam adalah agama yang telah Allah anugrahkan kepada Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam dan ummatnya. Sebagaimana Allah berfirman : ‘pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian akan agama kalian, dan telah aku cukupkan atas kalian nikmatKu, dan telah Aku ridhoi islam itu menjadi agama bagi kalian' (Al-Maidah: 3). Dan ini adalah sebagai dalil yang sangat jelas, bahwa selain dari ummat ini (ummat Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam) yaitu setelah beliau diutuskan menjadi Rasul, maka bukanlah termasuk islam. Dan atas dasar ini agama yang dipegang oleh mereka (yahudi dan nashrani) tidaklah diterima dan tidak ada manfaatnya sampai hari kiamat. Maka tidak boleh bagi kita mengatakan bahwa agama yahudi atau nashrani adalah agama yang lurus, karena itu salah besar orang yang mengatakan bahwa yahudi dan nashroni itu adalah saudara kita atau orang yang mengatakan mereka itu sampai sekarang adalah agama yang lurus dan benar seperti yang telah kami sebutkan tadi.

Dan apabila kita katakan bahwasanya islam itu adalah beribadah kepada Allah dengan apa yang telah disyariatkan, mencakup ketundukan secara dzohir dan bathin. Maka agama itu mencakup keyakinan, amal dan perbuatan.

Adapun apabila digandengkan islam dengan iman maka islam itu adalah perbuatan dzohir dari pengucapan dengan lisan dan pengamalan dengan anggota badan, sedangkan iman adalah perbuatan bathin dari keyakinan dan perbuatan hati. Dan yang menunjukkan definisi ini adalah firman Allah Ta'ala : “Orang-orang arab badui (pegunungan) berkata kami telah beriman, katakan olehmu wahai Muhammad kalian belum beriman akan tetapi katakan oleh kalian kami telah tunduk dan belum masuk iman itu pada hati-hati kalian” (Al-Hujurat: 14).

Dan Allah Ta'ala berfirman tentang kisah Nabi Luth ‘alaihissalam :

“Maka kami mengeluarkan siapa didalamnya dari orang-orang mu'min, maka kami tidaklah mendapatkan didalamnya kecuali rumah dari orang-orang muslim”

Disini Allah Ta'ala membedakan antara orang-orang mu'min dan muslim karena rumah yang ada dikampung itu adalah rumah yang islami secara dzohirnya, karena sesungguhnya istri Luth ‘alaihissalam termasuk orang yang meghianati beliau dengan kekafiran dan istri Nabi Luth ini adalah kafir.

Adapun orang yang dikeluarkan dari kampung tersebut dan selamat maka sesungguhnya mereka termasuk orang-orang mukmin yang benar-benar mukmin, yang mana iman itu telah masuk dihati-hati mereka dan yang menunjukkan perbedaan antara iman dan islam, yaitu ketika iman dan islam itu berkumpul adalah hadits Umar Bin Khattab Rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Jibril menanyakan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi Wasallam tentang iman dan islam, maka Rasulullah Sholallahu ‘alaihi Wasallam menjawab “islam itu adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan bahwasanya Muhammad utusan Allah, dan engkau mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Romadhon, dan Haji ke baitullah”. Kemudian Rasulullah bersabda tentang iman “kamu beriman kepada Allah dan malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari kiamat, dan taqdir baik dan buruk.

Maka kesimpulannya jika islam itu disebut secara mutlaq mencakup agama semuanya dan masuk didalamnya iman, maka islam bila digandengkan dengan iman maka ditafsirkan islam itu dengan amal-amal yang dzohir dari perkataan lisan dan perbuatan anggota badan, dan iman ditafsirkan dengan amal bathin dari keyakinan hati dan perbuatan hati.

----------------------------------------------------------------------------

Siapakah Rasul Pertama ?

Syaikh Muhammad Bin Sholih Al-Utsaimin pernah ditanya, siapa rosul yang pertama?
jawab: Rosul yang pertama kali adalah Nuh ‘alaihissalam dan rosul yang terakhir adalah Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam. Adapun sebelum Nabi Nuh ‘alaihissalam belum pernah diutuskan seorang rosul. Dengan ini kita bisa mengetahui kesalahan para tarikh yang mengatakan bahwa sesungguhnya Idris ‘alaihissalam adalah sebelum Nabi Nuh ‘alaihissalam

Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
“Sesungguhnya telah kami wahyukan kepadamu sebagaimana yang telah kami wahyukan kepada Nuh dan para nabi setelahnya”.

Dan dalam hadits yang shohih tentang kisah syafa'at : ”Bahwa sesungguhnya manusia (pada hari kiamat) akan datang kepada Nuh maka mereka mengatakan kepada Nuh ‘alaihissalam engkau adalah rosul yang pertama yang Allah telah mengutuskannya kepada penduduk bumi”.

Maka tidak ada rosul sebelum Nuh ‘alaihissalam dan tidak ada rosul setelah Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam karena Allah berfirman :

“Dan tidaklah Muhammad itu bapak salah seorang dari kalian akan tetapi dia itu adalah rosul Allah dan penutup para nabi”.

Adapun turunnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam pada akhir zaman nanti, maka bukanlah turunnya beliau sebagai rosul mujaddid (pembaharu) akan tetapi turunnya beliau adalah sebagai hakim yang memutuskan hukum dengan syariat nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam karena wajib bagi nabi Isa ‘alaihissalam dan selain nabi Isa ‘alaihissalam dari para nabi yaitu, beriman dengan nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam sebagaimana Allah berfirman: “dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi ‘sungguh apa yang Aku datangkan kepada kalian dari kitab dan hikmah, kemudian datang kepada kalian seorang rosul yang membenarkan apa yang bersama kalian. Sungguh kalian akan beriman kepadanya dan sungguh kalian akan menolongnya. Allah berfirman, apakah kalian telah mengakui dan telah mengambil perjanjianKu atas yang demikian itu, mereka menjawab, kami telah mengakuinya. Allah berfirman, maka saksikanlah oleh kalian dan aku bersama kalian dari orang-orang yang menyaksikan”. (Al-Imran: 81)

Dan Rosul ini (nabi Isa) membenarkan apa yang bersama mereka, dia itu adalah nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam sebagaimana yang shohih dari Ibnu Abbas dan yang lainnya.


-------------------------------------------------------------------------------------

Pokok-pokok Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah

Syaikh Utsaimin pernah ditanya tentang pokok-pokok ahlus sunnah wal jama'ah dalam aqidah dan selain aqidah dari perkara-perkara agama

Jawab:
Beliau menjawab : kaidah ahlus sunnah wal jama'ah dalam masalah aqidah dan selain aqidah dari perkara-perkara agama adalah berpegang teguh (dengan sempurna) dengan kitabullah dan sunnah RasulNya Sholallahu ‘alaihi Wasallam serta berpegang kepada petunjuk dan sunnah Khulafa Urrosyidin.

Firman Allah Subhanallah Wa Ta'ala : “Katakanlah olehmu wahai Muhammad jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian” (Al-Imran : 31)

dan firman Allah Ta'ala : “Barangsiapa yang taat kepada Rasul maka dia telah taat kepada Allah, dan barangsiapa yang berpaling maka tidaklah kami mengutus kamu sebagai pemelihara”. (An-Nisa : 80)

dan firman Allah Ta'ala : ”Dan apa yang datang dari Rasul untuk kalian maka ambilah dan apa dilarang oleh Rasul maka tinggalkanlah”. (Al-Hasyr : 7)

Dan ini, jika menyangkut pembagian harta ghonimah harus sesuai dengan tuntunan (kitabullah dan sunnah Rasul serta sunnahnya para khulafa irrosyidin), terlebih-lebih lagi perkara syari'ah (yang menyangkut tentang ibadah)!!, karena Rasulullah Sholallahu ‘alaihi Wasallam pernah berkhutbah pada hari jum'at beliau bersabda : ‘adapun setelah itu'.. maka sesungguhnya sebaik-baiknya perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam dan sejelek-jeleknya perkara adalah perkara yang baru, dan setiap perkara yang baru adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat, dan setiap yang sesat itu adalah di neraka.. dan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : “…dan berpeganglah kalian kepada sunnahku dan sunnahnya para khulafa urrasyidin yang mendapat petunjuk setelahku, dan berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah dia itu dengan gigi geraham. Dan hati-hatilah kalian dengan perkara-perkara yang baru, maka setiap perkara yang baru adalah bid'ah dan setiap yang bid'ah itu adalah sesat”.

Dan nash-nash atau dalil yang menunjukkan tentang hal ini banyak sekali. Maka jalannya ahlus sunnah wal jama'ah dan manhajnya mereka adalah berpegang teguh (dengan sempurna) dengan kitabullah dan sunnah RasulNya serta sunnah para khulafa irrosyidin yang mendapat petunjuk setelah beliau, karena itu mereka menegakkan agama ini dan mereka tidak bercerai-berai didalamnya sebagai realisasi mereka terhadap firman Allah Ta'ala :
“Allah telah mensyariatkan bagi kalian dari agama apa yang Allah telah diwasiatkan dengannya kepada Nuh dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah kami wasiatkan dengannya kepada Nabi Ibrahim, Musa, Isa yaitu tegakkanlah agama dan janganlah kalian bercerai-berai didalamnya” (Asy-Syura : 13).

Dan mereka, jika terjadi khilaf diantara mereka karena persoalan ijtihad maka khilaf tersebut tidaklah menyebabkan berselisihnya hati-hati mereka, bahkan engkau akan mendapati mereka saling lemah-lembut dan saling mencintai sekalipun khilaf itu terjadi karena hanya persoalan ijtihad.


Syaikh Muhammad Bin Sholih Al-Utsaimin Rahimahullah

Referensi :

1. As'ilah Muhimmah
2. http://sahab.com

 



Copyright © 2007 ALGHUROBA CREW 0856 4310 2002 (no esemes)