Alghuroba minal mu'minin
Official WEBSITE Salafus Shalih
 
Home
Forum Ilmiah
Chatting
Buku Tamu
Tasjilat
Download
 Untaian Nasehat
"Menuntut ilmu agama ini adalah wajib atas setiap Muslim (pria maupun wanita)." (HR. Ibnu Majah & Baihaqi)

"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikannya, niscaya Allah jadikan dia paham terhadap agama-Nya." (HR. Bukhari)

"Allah mengangkat derajat orang-orang beriman dari kalian dan orang-orang yang berilmu tentang agama ini dengan beberapa derajat" (Al Mujadalah:11)

"Islam mulai didakwahkan dalam keadaan asing di kalangan ummat manusia, dan Islam nantinya di belakang hari akan kembali kepada keasingannya. Maka beruntunglah ALGHUROBAA yakni orang-orang yang dianggap asing oleh lingkungannya (karena menjalankan ajaran Islam yang sudah tidak dikenal lagi oleh keumuman orang). Para shahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah?" Beliau menjawab: Yaitu mereka yang melakukan gerakan ishlah ketika terjadi kerusakan perangai pada keumuman manusia.” (HR. Al-Imam Abu Bakar Al-Ajurri dalam Al-Ghuraba’ minal Mu’minin hal. 23, dan At-Tirmidzi dalam Kitabul Iman bab 13 dan berkata Tirmidzi: hadits ini hasan shahih gharib, dan Al-Baihaqi dalam Az-Zuhdul Kabir no. 198 hal. 114, Al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaid 7 / 278 dari Jabir radliyallahu 'anhu)

"Jika seorang anak Adam wafat maka terputus amalannya kecuali tiga perkara: "shodaqoh jariyah (mengalir pahalanya), ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendo'akan orang tuanya." (HR. Muslim)

 Menu Utama
 Wawancara
Terkait kerusuhan di POSO Saya akan sampaikan di sini sebatas apa yang saya ketahui yakni dari sisi pandangan ideologis
                 more info »
 
 
Berkenalan dengan Manhaj Salaf Kesimpangsiuran yang terjadi pada sebagian orang yang mengaku bermanhaj "Salaf"
                 more info »
 Pengelola

  Fikri Abul Hassan



 Total Pengunjung
Anda Pengunjung ke Web Counter

                 
 
 

 

 

Welcome To Homepage Alghuroba
Berlindung Kepada Allah Dari Kejahatan Penjahat

Di masa kondisi keamanan yang rawan dan anacaman kejahatan yang mencekam, seorang Mu'min tidak boleh berputus asa dari harapan mendapatkan perlindungan terhadap keselamatan dirinya dan keluarganya. Karena seorang Mu'min tidak akan lepas dari keyakinan bahwa pelindung yang maha perkasa dan maha penyayang itu adalah Allah Ta'ala. Maka dengan modal keyakinan ini, seorang Muslim disaat kegentingan yang dihadapinya dalam hidupnya tetap mempunyai tempat pelarian dan tidak berkecil hati apalagi berputus asa untuk keluar dari kondisi kegentingan itu. Berikut ini kami hantarkan para pembaca yang budiman untuk mengenali dan menghafal do'a yang dituntunkan untuk kita panjatkan kepada Allah Ta'ala di saat-saat genting hidup kita.

Al Imam An Nawawi rahihahullah dalam kitab beliau Al Adzkar, membawakan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya dan juga diriwayatkan oleh An Nasa'ie dalam As Sunanul Kubra. Al Imam An Nawawi menshahihkan riwayat ini. Dalam riwayat tersebut diceritakan, bahwa Abu Musa Al Asy'ari radhiyallahu anhu meriwayatkan : Bahwa Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam, bila takut dari kejahatan suatu kaum maka beliau berdo'a dengan lafadl berikut ini :

(tulis lafadl haditsnya dalam Al Adzkar hal. 218 riwayat ke 319)

Allahumma Inna Naj'aluka Fi Nuhurihim, Wa Na'udzubika min Syururihim

“Ya Allah, kami menjadikan Engkau sebagai pihak yang memegang leher-leher mereka (yakni dalam posisi siap mencekik mereka setiap saat –pent), dan kami berlindung kepaMu dari berbagai kejahatan mereka”.

Diriwayatkan pula oleh Imam An Nawawi dalam Al Adzkar beliau riwayat Abu Dawud dan lain-lainnya dari Amer bin Syu'aib bin Muhammad bin Abdullah bin Amer bi Al Ash, dari bapaknya (yakni dari Syu'aib), dari kakeknya (yakni dari Abdullah bin Amer bin Al Ash), katanya bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam mengajari para Shahabat beliau bila dalam ketakutan mengucapkan do'a demikian :

(tulis lafadl do'anya di Al Adzkar riwayat ke 259 halaman 181)

A'udzu Bi Kalimaatillahit Taammaati Min Ghadlabihi Wa Syarri ‘Ibadihi Wa Min Hamadztis Syayathiin Wa An Yahdhurun

“Aku berlindung dengan Kalimat Allah (yakni berlindung dengan Omongan Allah Ta'ala) yang Maha Sempurna, dari KemurkaanNya, dan berlindung dari kejahatan hamba-hambaNya, dan juga berlindung kepadaNya dari berbagai bisikan syaithan dan aku berlindung kepadaNya dari bahaya hadirnya syaithan di tengah kami”.

Do'a yang terakhir ini juga diucapkan ketika akan tidur. Demikian Imam An Nawawi menerangkan dalam Al Adzkarnya.

Demikian do'a yang diajarkan untuk memohon perlindungan kepada Allah Ta'ala dalam berbagai kegentingan. Hafalkan dan fahami lafadl-lafadl do'a yang penting ini dan amalkan. Semoga anda termasuk hamba Allah yang cerdas, sehingga dapat melihat bukti perlindungan Allah terhadap hambaNya bila sang hamba memohon perlindungan kepadaNya. Amin Ya Mujibas sa'ilin.

1. Sunan Abi Dawud, hadits ke 1537.

2. Sunan Abi Dawud, hadits ke 3893, juga diriwayatkan oleh At Tirmidzi dalam Sunannya di hadits ke 3519, juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya jilid 2 hal. 181, juga Al Hakim dalam Mustadraknya jilid 1 hal. 548.

 



Al Ustadz Ja'far Umar Thalib


Copyright © 2007 ALGHUROBA CREW 0856 4310 2002 (no esemes)