Alghuroba minal mu'minin
Official Website Salafus Shalih
 
Home
Forum Ilmiah
Chatting
Buku Tamu
Tasjilat
Download
 Untaian Nasehat
"Menuntut ilmu agama ini adalah wajib atas setiap Muslim (pria maupun wanita)." (HR. Ibnu Majah & Baihaqi)

"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikannya, niscaya Allah jadikan dia paham terhadap agama-Nya." (HR. Bukhari)

"Allah mengangkat derajat orang-orang beriman dari kalian dan orang-orang yang berilmu tentang agama ini dengan beberapa derajat" (Al Mujadalah:11)

"Islam mulai didakwahkan dalam keadaan asing di kalangan ummat manusia, dan Islam nantinya di belakang hari akan kembali kepada keasingannya. Maka beruntunglah ALGHUROBAA yakni orang-orang yang dianggap asing oleh lingkungannya (karena menjalankan ajaran Islam yang sudah tidak dikenal lagi oleh keumuman orang). Para shahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah?" Beliau menjawab: Yaitu mereka yang melakukan gerakan ishlah ketika terjadi kerusakan perangai pada keumuman manusia.” (HR. Al-Imam Abu Bakar Al-Ajurri dalam Al-Ghuraba’ minal Mu’minin hal. 23, dan At-Tirmidzi dalam Kitabul Iman bab 13 dan berkata Tirmidzi: hadits ini hasan shahih gharib, dan Al-Baihaqi dalam Az-Zuhdul Kabir no. 198 hal. 114, Al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaid 7 / 278 dari Jabir radliyallahu 'anhu)

"Jika seorang anak Adam wafat maka terputus amalannya kecuali tiga perkara: "shodaqoh jariyah (mengalir pahalanya), ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendo'akan orang tuanya." (HR. Muslim)

 Menu Utama
 Wawancara
Terkait kerusuhan di POSO Saya akan sampaikan di sini sebatas apa yang saya ketahui yakni dari sisi pandangan ideologis
                 more info »
 
 
Berkenalan dengan Manhaj Salaf Kesimpangsiuran yang terjadi pada sebagian orang yang mengaku bermanhaj "Salaf"
                 more info »
 Pengelola

  Fikri Abul Hassan



 Total Pengunjung
Anda Pengunjung ke Web Counter

                 
 
 

 

 

Welcome To Homepage Alghuroba

 
Beberapa Larangan Dan Kebolehan Dalam Berpuasa

Berikut ini kami bawakan beberapa larangan yang harus dihindari oleh orang yang berpuasa, disamping tentunya larangan makan dan minum serta berhubungan seks dengan istri. Beberapa larangan itu ialah :

1. Berkata dusta dan berbuat dengan perbuatan yang tercela. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari dalam Shahihnya dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa aalihi wasallam bersabda :

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan omongan dusta dan tidak pula meninggalkan perbuatan tercela dalam puasanya, maka tidak ada keperluan bagi Allah untuk dia meninggalkan makanan dan minumannya”. (HR Bukhari hadits ke 1903)

2. Berbuat dengan perbuatan sia-sia dan berucap dengan ucapan keji. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa aalihi wasallam :

“Bukannya puasa itu hanya meninggalkan puasa dan minum. Hanyalah yang dinamakan puasa itu ialah mereka yang meninggalkan perbuatan sia-sia dan juga meninggalkan omongan keji. Maka bila ada yang mencerca engkau atau berbuat dengan perbuatan bodoh terhadapmu, maka katakanlah kepadanya : Sesungguhnya aku dalam keadaan puasa”. (HR. Hakim dalam Mustadraknya jilid halaman 430 – 431 dari Abi Hurairah)

Adapun kebolehan bagi orang yang berpuasa itu adalah sebagai berikut :

1. Bersiwak atau menggosok gigi baik dengan pasta gigi ataupun dengan batang siwak yang masih basah. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Al Imam Al Bukhari dalam Shahihnya dibawah judul Babus Siwakir Rathbi Wal Yabisi Lis Shaaimi , beliau menyatakan : “Dan telah disebutkan dari Aamir bin Rabi'ah bahwa beliau menyatakan : Aku melihat Rasulallah shallallahu alaihi wa aalihi wasallam bersiwak dalam keadaan berpuasa dan aku tidak menghitungnya atau mengetahui berapa kali beliau berbuat demikian”.

2. Bermesrahan dengan istri sampai keluar mani tetapi tidak sampai berhubungan seks, sebagaimana hal ini telah diberitakan oleh A'isyah Radhiyallahu anha : “Rasulullah shallallahu alaihi wa aalihi wasallam mencium istrinya dalam keadaan puasa dan beliau bermesrahan dengan istrinya dalam keadaan berpuasa, akan tetapi beliau adalah orang yang paling kuat menahan nafsu dari perkara yang terlarang terhadap orang yang berpuasa”. (HR. Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya)

3. Berbekam, yaitu mengeluarkan darah kotor untuk kesehatan, sebagaimana hal ini dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa aalihi wasallam sebagaimana telah diberitakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma dan telah diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari dalam Shahihnya dalam hadits ke 1938.

4. Memasuki waktu subuh dalam keadaan junub, sebagaimana hal ini diberitakan oleh A'isyah dan Ummu Salamah yang keduanya adalah termasuk istri-istri Nabi shallallahu alaihi wa aalihi wasallam dan telah diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya.

Demikian beberapa kebolehan bagi orang yang sedang berpuasa.

 

Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib


Copyright © 2007 ALGHUROBA CREW 0856 4310 2002 (no esemes)