Bismillahirrahmanirrahim!
Semoga dengan kehadiran website alghuroba
ini menjadi sebab kebaikan bagi kita semua, selamat membaca.
Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Akhlaqul Karimah
Bimbingan Ibadah Syar'iyah
Biografi Ulama Ahli Hadits
Metodologi Salaf
Nasihat Untuk Muslimah
Tafsir Al-Qur'an dan Al-Hadits
Bimbingan Kesehatan
Berkenalan Dengan Manhaj Salaf
Kesimpangsiuran yang terjadi pada sebagian orang yang mengaku bermanhaj "Salaf" yang sesungguhnya pemahamannya telah terkontaminasi..
Baca Tuntas
 
Fenomena "Jama'ah Islamiyah"
"Jama'ah Islamiyah" bukan sekedar wacana (menampik persepsi Barat mengenai kelompok "Jama'ah Islamiyah")
Baca Tuntas
 
Muhibah Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib
Pasang surut dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah di Indonesia telah berlangsung sejak zaman Imam Bonjol di Sumatra Barat atau bahkan sebelumnya sampai sekarang
Baca Selengkapnya
 

print
:: Yaa Ali.. Yaa Jailani ?
Admin  09 September

Sebagian orang menyatakan: “Yaa Nabi Muhammad” atau “Yaa ‘Ali Bin Abi Thalib” atau “Yaa Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani” ketika dalam keadaan terjepit atau tertimpa musibah, bagaimana hukumnya?

Jawab:

Jika yang dimaksud ialah berdoa kepada mereka atau isti’anah (minta pertolongan) kepada mereka sebagai pihak-pihak yang diserukan, maka dia musyrik dengan kesyirikan yang besar dan keluar dari agama. Maka wajib atas orang tersebut untuk segera bertaubat kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dan hendaknya hanya berdoa kepada Allah semata. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesulitan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) dibumi? Apakah ada tuhan lain bersama Allah?”. (An-Naml: 62)

Maka dia dengan perbuatannya itu divonis sebagai musyrik, dungu dan menyia-nyiakan dirinya. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan orang yang membenci agama Ibrahim, hanyalah orang-orang yang membikin kedunguan atas dirinya sendiri”. (Al-Baqarah: 130)

Juga firman Allah Ta’ala:

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang berdoa kepada selain Allah; (pihak-pihak selain Allah itu) tidak dapat memperkenankan doanya sampai hari kiamat, dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka”. (Al-Ahqaf: 5)

Fatawal Aqidah Hal. 394-395
Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah
Alih Bahasa : Fikri Abul Hassan

4 Responses to " Yaa Ali.. Yaa Jailani ?"
Abdullah
05 May 2010 at 10:46:09

Kafirkah mereka "kaum" itu .....????
Setelah "hujjah" AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH yg tertuduh sebagai Wahhaby di negeri ini tegak dan jelas dari berbagai sumber ..... ada disisi mereka....???...

ERZYANTO YUKAMA
12 Jan 2009 at 08:48:42

assalamualaikum ustadz abu fikr,
alhamdulillah ana sudah mulai ngaji lagi di jakarta dan bermanhaj salaf.
Di masjid alumni UNJ dgn dibimbing oleh Ustadz Ja'far Sholeh.
insya Allah ana juga mau ngaji di Masjid Al Itisham Sudirman Sabtu keempat oleh Ustadz Muhammad As Sewed.
Smoga Qt selalu diberi perlindungan Oleh Allah Swt. Amiin.
salam buat Ustadz Ja'far Umar Tholib.
syukron,
jazakumullah.

Hammad
10 Sep 2008 at 02:55:45

keadaan orang2 musyrik dahulu lebih baik jika dibandingkan musyrikin sekarang. Karena musyrikin dulu jika terjepit maka mereka berdoa kepada Allah semata, adapun musyrikin sekarang ktka dalam keadaan trjpit justru pergi ke dukun atau minta tlg kepada orang2 yg telah wafat.

Abu Ubaidillah
10 Sep 2008 at 02:51:19

Nabi Muhammad, ali dan al jailani sudah wafat, sungguh tanda tidak sehatnya akal berdoa kepada mereka


 

Leave a Reply

Nama*
Website
E-mail*
*

 

alghuroba crew © 2008 | +62 856 4310 2002 (no esemes) site admin | assyaikh@yahoo.com