Bismillahirrahmanirrahim!
Semoga dengan kehadiran website alghuroba
ini menjadi sebab kebaikan bagi kita semua, selamat membaca.
Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Akhlaqul Karimah
Bimbingan Ibadah Syar'iyah
Biografi Ulama Ahli Hadits
Metodologi Salaf
Nasihat Untuk Muslimah
Tafsir Al-Qur'an dan Al-Hadits
Bimbingan Kesehatan
Berkenalan Dengan Manhaj Salaf
Kesimpangsiuran yang terjadi pada sebagian orang yang mengaku bermanhaj "Salaf" yang sesungguhnya pemahamannya telah terkontaminasi..
Baca Tuntas
 
Fenomena "Jama'ah Islamiyah"
"Jama'ah Islamiyah" bukan sekedar wacana (menampik persepsi Barat mengenai kelompok "Jama'ah Islamiyah")
Baca Tuntas
 
Muhibah Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib
Pasang surut dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah di Indonesia telah berlangsung sejak zaman Imam Bonjol di Sumatra Barat atau bahkan sebelumnya sampai sekarang
Baca Selengkapnya
 

print
:: Pengobatan Jarak Jauh
Admin  28 Agustus 2008

Jika ada seorang muslim sakit parah,sudah berobat melalui medis tapi hasilnya nol dan dan pihak medis (rumah sakit) sudah tidak mampu lagi mengobati,kemudian dia pergi ke seorang ustadz yang dikenal mampu mengobati berbagai penyakit, ustadz ini mampu mengobati seseorang dari jarak jauh tanpa menghadirkan orang yang akan diobati.

Apakah Islam membolehkan pengobatan dengan cara demikian?Bagaimana menyikapi hal ini?apakah ini bisa temasuk dalam kaidah fiqhiyah "Addhorurotu tubihul mahdhurot" mengingat dari jalan medis sudah ndak ada harapan lagi? Jika dibolehkan menurut syariat mohon dalilnya,jika ada larangan mohon dalilnya?
atas jawaban ustadz kami ucapkan jazakumullah...

Gunawanaja
Jogokaryan Yogyakarta

Jawab :

Pengobatan menurut tuntunan syari’ah Islamiyah haruslah dipastikan bahwa bahan-bahan obat yang digunakan benar-benar dari bahan yang halal dan tidak boleh samar-samar antara halal dan haram. Kemudian cara pengobatannya pun juga harus dipastikan tidak melanggar tuntunan syari’ah. Kalaupun pengobatannya itu dalam bentuk bacaan, maka bacaannya harus dipastikan sebagai bacaan yang benar dan tidak mengandung lafadz syirik.

Para shahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum melarang untuk melakukan pengobatan dengan bacaan yang tidak jelas huruf-hurufnya atau lafadznya. Apalagi kalau cara pengobatan itu tidak jelas dan tidak bisa di mengerti, tentu tidak boleh seorang muslim berobat dengan cara demikian. Karena sangat dikuatirkan untuk terjatuh dalam perbuatan syirik. Maka pengobatan dari jarak jauh itu adalah salah satu bentuk-bentuk pengobatan yang caranya tidak jelas dan sangat rentan untuk terjatuh kepada perbuatan syirik.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 'ala aalihi wasallam bersabda :

“Setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kalian dengan cara yang halal dan janganlah kalian berobat dengan cara yang haram”. (HR. Bukhari)

Dalam perkara ini tidak termasuk darurat, karena telah dipastikan oleh Rasulullaah Shallallahu 'alaihi wa 'ala aalihi wa sallam bahwa setiap penyakit itu ada obatnya; yang halal. Sedangkan perkara darurat itu ialah perkara yang genting dan tidak diketahui jalan keluarnya kecuali dengan jalan yang haram. Wallahu a'lam.

Al Ustadz Ja'far Umar Thalib

4 Responses to " Pengobatan Jarak Jauh"
abu mubarok
12 Dec 2009 at 04:54:24

bagaimana dgn orang yang berdoa keapda ALLAH azza wa jalla,tapi dalam berobat ia ke dokter umum.padahal ROSULULLAH telah ngajari metode pegobatn.padahal tugas kitalah untuk mendalami ilmu pengobatan beliau.

Abdul madjid
28 Aug 2008 at 11:24:06

Bagaimana dengan berkirim bacaan surat al-Fatechah utk tujuan kesembuhan seseorang, ustadz?

Abu Haidar
28 Aug 2008 at 09:15:42

assalamu'alaykum Haryono yang dianggap ust itu manhajnya ga jelas, jadi perlu waspada!

Fatah
28 Aug 2008 at 08:19:56

Berarti pengobatan dzikir ust Haryono yg lagi tren sekarang dilarang ya. Ust Haryono juga megang2 pasien wanita.


 

Leave a Reply

Nama*
Website
E-mail*
*

 

alghuroba crew © 2008 | +62 856 4310 2002 (no esemes) site admin | assyaikh@yahoo.com