Bismillahirrahmanirrahim!
Semoga dengan kehadiran website alghuroba
ini menjadi sebab kebaikan bagi kita semua, selamat membaca.
Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Akhlaqul Karimah
Bimbingan Ibadah Syar'iyah
Biografi Ulama Ahli Hadits
Metodologi Salaf
Nasihat Untuk Muslimah
Tafsir Al-Qur'an dan Al-Hadits
Bimbingan Kesehatan
Berkenalan Dengan Manhaj Salaf
Kesimpangsiuran yang terjadi pada sebagian orang yang mengaku bermanhaj "Salaf" yang sesungguhnya pemahamannya telah terkontaminasi..
Baca Tuntas
 
Fenomena "Jama'ah Islamiyah"
"Jama'ah Islamiyah" bukan sekedar wacana (menampik persepsi Barat mengenai kelompok "Jama'ah Islamiyah")
Baca Tuntas
 
Muhibah Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib
Pasang surut dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah di Indonesia telah berlangsung sejak zaman Imam Bonjol di Sumatra Barat atau bahkan sebelumnya sampai sekarang
Baca Selengkapnya
 

print
:: Laporan Khusus
Admin  19 Agustus 2008

Sifat yang paling menonjol pada da’wah Salafiyah adalah bimbingan Ulama’ Ahlus Sunnah wal Jamaah terhadapnya. Sejak pertama kali saya memandu dan menumbuh kembangkan da’wah Salafiyah di Indonesia (sejak Januari 1990), selalu saja Allah Ta`ala memudahkan saya untuk berkomunikasi dengan para Ulama’ di berbagai negeri Islam. Pertama saya berhubungan dengan As-Syaikh Al-Allamah Ihsan Ilahi Dhahir di Lahore Pakistan pada tahun 1986, kemudian pada tahun 1987 saya mengenal As-Syaikh Al-Allamah Badi’uddin As-Sindi di Karachi. Selanjutnya saya mengenal As-As-Syaikh Al-Allamah Jamilur Rahman di Kunar Afghanistan pada tahun 1988. Beliau semuanya adalah para Ulama’ Ahli Hadits / Ahlus Sunnah di Pakistan dan Afghanistan, dan beliau semuanya telah wafat, semoga Allah merahmati mereka dan melimpahkan maghfirah-Nya. Amin ya Mujibas sa’ilin. Dari beliau bertiga saya mulai mengenal nama-nama para Ulama’ Ahlus Sunnah yang masih hidup di masa itu. Yaitu Al-Imam Abdul Aziz bin Baz (di Saudi Arabia), Al-Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani (di Yordania), Al-Imam Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (di Saudi Arabia), Al-Imam Muqbil bin Hadi Al-Wadi’ie (di Yaman).

Pada tahun 1990 saya diberi kesempatan oleh Allah untuk berkunjung ke Yaman dan langsung berjumpa pertama kali dengan As-Syaikh Al-Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’ie di kota San’a dan selanjutnya di desa Dammaj Sha’dah. Semua beliau para Ulama’ yang disebutkan di atas telah wafat, semoga Allah merahmati mereka dan melimpahkan kepada mereka maghfirah-Nya. Amin ya Mujibas sa’ilin. Hanya saja Allah Ta`ala tidak menaqdirkan untuk saya berjumpa dengan As-Syaikh Al-Albani sampai beliau wafat.

Setelah itu saya terus berkecimpung dalam kegiatan da’wah Salafiyah dan terus-menerus saya berkonsultasi serta menghadiri berbagai majlis Ilmu para Ulama’ tersebut. Kemudian dari majlis As-Syaikh Al-Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’ie, saya mulai mendengar nama para Ulama’ Ahli Hadits lainnya, yaitu As-Syaikh Al-Allamah Abdul Muhsin Al-Abbad, As-Syaikh Al-Allamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, As-Syaikh Al-Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali, As-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Hadi Al-Madkhali, As-Syaikh Shalih As-Suhaimi, As-Syaikh Ubaid Al-Jabiri, As-Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaili. Sehingga pada tahun 1991 saya diberi kesempatan oleh Allah untuk berkunjung ke Saudi Arabia dan saya gunakan kesempatan ini untuk berkeliling mengunjungi para Ulama tersebut serta mengambil manfaat ilmu dari majlis-majlis mereka. Beliau-beliau yang disebutkan terakhir alhamdulillah masih tetap hidup sampai saat artikel ini ditulis. Semoga Allah tetap memelihara dan membimbing mereka di jalan-Nya. Amin ya Mujibas Sa’ilin.

Dari majlis para Ulama’ tersebut saya mulai mengenal para Ulama’ Ahli Hadits lainnya, yaitu As-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz Aalu Syaikh, As-Syaikh Abdullah bin Jibrin, As-Syaikh Bakr Abu Zaid, As-Syaikh Al-Allamah Muhammad Aman Al-Jami. Kedua Ulama’ yang disebutkan terakhir telah wafat. Semoga rahmat Allah dilimpahkan kepada mereka dan semoga maghfirah-Nya senantiasa meliputi mereka. Amin ya Mujibas sa’ilin.

Setelah itu setiap tahun saya diberi oleh Allah kesempatan untuk berkunjung ke Saudi Arabia dan Yaman, sehingga berkesempatan untuk mengambil faidah ilmu dari majlis para Ulama’ tersebut. Demikian terus berlangsung sampai tahun 2001 ketika saya memimpin Jihad Fi Sabilillah di Maluku dan Poso Sulawesi Tengah.

Kemudian mulailah masuk laporan serba negatif kepada para Ulama’ tentang kiprah saya di medan Jihad Fi Sabilillah, yaitu berkenaan dengan berbagai kesalahan dan kekeliruan yang saya lakukan padanya. Maka dengan taqdir Allah yang Maha Adil dan HikmahNYA yang Maha Sempurna, laporan tentang berbagai kekeliruan dan kekhilafan saya itu membikin marah As-Syaikh Al-Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali dan beliaupun mengeluarkan maklumat berisi anjuran kepada saya untuk segera menghentikan aktifitas Jihad Fi Sabilillah dan membubarkan Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah. Sehingga pada tgl. 7 Oktober 2002, saya nyatakan pembubaran Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah serta pembubaran organisasi Forum Komunikasi Ahlus Sunnah wal Jamaah (FKAWJ).

PEMUTUSAN HUBUNGAN ULAMA’

Dengan pembubaran LJ dan FKAWJ, rupanya tidak menghentikan santernya arus berita negatif tentang Ja’far Umar Thalib yang dilaporkan kepada para Ulama’, khususnya kepada As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali. Lebih-lebih setelah peristiwa pembubaran itu saya hanya memfokuskan perhatian saya kepada pondok pesantren Ihya’ As-Sunnah Yogyakarta. Sejak itu saya tidak lagi menelpon para Ulama’ karena memang tidak bisa nyambung setiap usaha untuk itu dan saya tidak ditaqdirkan oleh Allah untuk tidak bisa berkunjung ke Saudi Arabia. Sehingga benar-benar terputuslah hubungan saya dengan para Ulama’ yang masih hidup dan saya pun akhirnya untuk sementara mencukupkan diri dengan bimbingan para Ulama’ yang telah wafat melalui kitab-kitab karya warisan peninggalan mereka.

Lebih seru lagi berita negatif tentang Ja’far Umar Thalib itu, di saat saya hadir dalam acara Dzikir Bersama yang diadakan oleh saudara Muhammad Arifin Ilham bersama para tokoh Sufi (yakni tokoh pengamal ilmu Tasawwuf) dan bahkan tokoh-tokoh Kuburi (yakni tokoh-tokoh penganjur perbuatan syirik dengan mengkeramatkan kuburan orang yang dianggap wali Allah). Ja’far Umar Thalib semakin dianggap telah keluar dari Manhaj Salaf (yakni pemahaman dan pengamalan agama para Salafus Shalih). Apalagi Ja’far Umar Thalib menulis dua artikel di majalah SALAFY edisi tiga dan empat yang menerangkan alasan ilmiah mengapa ikut hadir di acara Dzikir Bersama itu. Maka Ja’far Umar Thalib dianggap telah bergabung dengan aliran Sufi dan meninggalkan Manhaj Salaf. Begitulah terus berlangsung pemberitaan tentang Ja’far Umar Thalib di kalangan Salafiyyin (yakni para penganut Manhaj Salafus Shaleh) di berbagai negeri di dunia, baik kalangan Ulama’nya ataupun kalangan Thullabul ilminya (yakni kalangan pelajar penuntut ilmu agama). Berbagai berita yang beredar itu ada saja yang sampai ke telinga saya dan saya menyikapinya dengan hanya berdoa dan berdoa kepada Allah Ta`ala. Semoga Allah memberi kesempatan kepada saya untuk bertemu As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali sebelum saya mati ataupun sebelum As-Syaikh Rabi’ wafat. Dan saya terus berdawah dan mendidik ummat dengan Manhaj Salafus Shalih di berbagai acara pengajian di hampir seluruh wilayah Indonesia. Saya terus berusaha membekali Ummat Islam dengan ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Juga saya terus berusaha membentengi Ummat Islam dari bahaya kerusakan agama mereka, dengan memerangi segala penyelewengan dari pemahaman yang benar tentang agama Allah Ta’ala. Penyelewengan itu dalam bentuk pemahaman Pluralisme, Thariqat Sufiyah, Khawarij, dan berbagai bentuk gerakan hizbiyyah. Saya juga terus berusaha menerbitkan majalah SALAFY (media cetak) dan menayangkan website http://alghuroba.org (di internet). Dan berbagai fasilitas media lainnya, saya gunakan untuk terus mengkampanyekan berbagai materi Da’wah Salafiyah ini.

DAPAT KESEMPATAN UMRAH KE MAKKAH

Setelah berulang kali saya gagal dalam usaha untuk berangkat ke Saudi Arabia, akhirnya Allah Ta’ala menaqdirkan, untuk saya dapat berangkat ke Saudi Arabia pada tanggal 6 Mei 2008. Saya sampai di Makkah dengan niat menunaikan ibadah Umrah di Ka’bah Baitullah Al-Mukarram. Allah Ta’ala memudahkan segenap perjalanan ibadah Umrah saya. Semoga Allah menerima amalan Umrah tersebut. Amin ya Mujibas sa’ilin.

Di saat saya berada di Masjidil Haram Makkah, Allah Ta’ala memberi kesempatan kepada saya untuk berdoa di setiap tempat yang disunnahkan untuk berdoa padanya. Terutama di Multazam, yaitu tempat antara Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah dimana tempat tersebut adalah tempat yang amat didengar doa setiap hamba Allah oleh-NYA dan dikabulkan. Di tempat itu saya berdoa, ya Allah beri saya kemudahan untuk dapat bertemu dengan As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali dan berkahilah pertemuan kami itu.

Maka dengan Pertolongan Allah Ta’ala dan kemudian dengan pertolongan beberapa ikhwan Salafiyyin di kota Jeddah, akhirnya pada tanggal 10 Mei 2008 saya bertemu As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali di rumah kediaman beliau di komplek perumahan Awali Makkah. Tampak beliau lebih tua dibanding pertemuan saya dengannya tujuh tahun yang lalu. Setelah salam dan saling menanyakan kabar, langsung saja teman Salafi yang membawa kami dari Jeddah (yaitu As-Syaikh Ahmad Al-Ghamidi), memperkenalkan kami dengan beliau. Dan tampaknya beliau telah lupa dengan saya sehingga beliau baru ingat kalau saya adalah Ja’far Umar Thalib yang memimpin Jihad Fi Sabilillah di Maluku dan di Poso. Begitu beliau mengetahui bahwa yang datang ini adalah orang yang selalu diberitakan dan dilaporkan kepada beliau, langsung saja beliau bertanya kepada saya: “Apa yang kamu inginkan dari saya?” Maka sayapun langsung menjawab: “Saya ingin mempertanyakan apa yang antum nyatakan tentang saya bahwa saya telah antum hukumi keluar dari manhaj Salaf.” Demi mendengar pernyataan saya itu langsung beliau nyatakan: “Saya tidak akan memutuskan apa yang kalian perselisihkan kecuali kalau kedua belah pihak dari kalian telah berkumpul di hadapan saya. Hanya saja saya nasehatkan kamu untuk kembali bergabung dengan salafiyyin di Indonesia. Bukan sebagai pemimpin mereka, akan tetapi kamu menjadi sebagian dari mereka.”

Nasehat beliau langsung saya sambut dengan pernyataan: ‘Wahai Syaikh Rabi’, sesungguhnya sekarang ini tidak ada lagi perkara kepemimpinan. Namun saya ingin mendapat keterangan dan nasehat dari antum tentang mengapa saya dianggap keluar dari manhaj Salaf dan apa nasehat antum untuk saya agar saya dapat memperbaiki kekeliruan saya?” As-Syaikh Rabi’ langsung menjawab: “Saya menganggap kamu keluar dari manhaj Salaf, karena kamu:

1. Menulis surat bantahan terhadap nasehat yang telah saya berikan berkenaan dengan kekeliruan kamu dalam memimpin jihad. Dari suratmu itu saya mendapati bahwa kamu bukanlah Ja’far Umar Thalib yang dulu. Karena tampak dari suratmu itu bahwa kamu telah bersikap tidak sopan kepada Ulama’.

2. Kamu memutuskan hubungan dengan Ulama’.

3. Kamu menggelari saudara-saudara kamu dari kalangan Salafiyyin dengan gelar yang jelek.

Karena itu saya nasehatkan kepadamu agar kamu meninggalkan arena politik praktis. Sebab dengan terlibat dalam arena politik itu kamu terlalaikan dari kemestian da’wah Salafiyah. As-Syaikh Al-Allamah Muhammad Amin As-Syanqithi rahimahullah menyatakan: “Politik gaya demokratisme itu adalah anak perempuannya anjing. Maka jangan kamu memasuki arena politik praktis itu.” Juga saya nasehatkan kepadamu untuk kamu bertaqwa kepada Allah dalam menjalankan kegiatan Da’wah dan ikhlaskanlah amalanmu itu hanya untuk Allah. Saya nasehatkan kepadamu agar engkau menulis berbagai kesalahanmu untuk kemudian kamu bertaubat kepada Allah Ta’ala dari berbagai kesalahan itu. Saya menasehatkan kepadamu agar kamu berupaya sungguh-sungguh untuk membangun semangat saling mencinta di antara kamu dengan saudara-saudaramu kalangan Salafiyyin. Upayakanlah untuk kamu kembali dalam suasana saling tolong menolong dengan mereka dalam rangka kebaikan dan ketaqwaan. Jauhkanlah berbagai sebab yang mengarah kepada perselisihan dan perpecahan di kalangan kalian. Karena perpecahan dan permusuhan diantara kalian itu telah melemahkan Da’wah Salafiyah di Indonesia. Allah Ta’ala berfirman:

Dan janganlah kalian bertikai di antara kalian, karena pertikaian itu akan menjadikan kalian kalah dari musuh kalian dan akan menghilangkan kekuatan kalian.” (Al-Anfal: 46)

Demikian As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah menasehati saya bagaikan Bapak yang menasehati anaknya. Beliau menahan saya di rumahnya agar saya makan malam bersama beliau. Namun karena As-Syaikh Ahmad Al-Ghamidi harus pulang ke Jeddah setelah shalat Isya’ maka kami memohon maaf kepada As-Syaikh Rabi’ dan beliaupun mengantarkan kami pulang sampai ke pintu keluar sambil terus menasehati saya untuk dapat kembali hidup rukun dengan ikhwan Salafiyyin di Indonesia sebagaimana dulu.

MAJLIS UNTUK MENGINGAT KESALAHANKU

Setelah kunjungan saya ke rumah As-Syaikh Rabi’ di Makkah, saya melanjutkan kunjunganku ke Al-Madinah An-Nabawiyah. Di sana saya berkesempatan untuk shalat di Masjid Nabawi dan masjid Quba’. Dalam kesempatan tersebut, Allah Ta’ala menolong saya dengan memudahkan saya untuk berkenalan dengan seorang Thalibul Ilmi senior bernama As-Syaikh Usamah bin Athaya Al-Utaibi. Saya dibawa ke rumah beliau dan kemudian saya dibawa kerumah As-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Hadi Al-Madkhali. Namun Anas bin Muhammad Al-Madkhali menemui kami di luar rumah dan memberi tahu kami bahwa ayahnya sedang sakit sehingga tidak mampu duduk menemui tamunya. Maka kamipun segera menuju ke rumah As-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Aqil dan kami diterima dengan senang hati oleh beliau. Sehingga beliau berinisiatif untuk mengundang para mahasiswa Indonesia Salafiyyin yang sedang menempuh studi ilmu-ilmu keislaman di tingkat S2 dan S3 Universitas Islam di Al-Madinah An-Nabawiyah. Maka pada malam berikutnya berkumpullah di rumah As-Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Aqil kurang lebih lima belas orang mahasiswa dan beberapa ikhwan Salafiyyin Indonesia. Di majlis yang moderatornya As-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Aqil itu terjadi perdebatan yang seru tentang berbagai masalah berkenaan dengan tindakan saya yang dinilai salah oleh para mahasiswa itu. Dan yang paling seru pembahasannya ialah perkara kehadiran saya di majlis dzikir Arifin Ilham dan kecenderungan saya untuk sependapat dengan tulisan Abdullah bin Yusuf Al Judai’ yang menghalalkan musik dalam kitabnya yang kontroversial berjudul Al-Musiqa wal Ghina’ fi Mizanil Islam (artinya: Hukum Musik dan Nyanyian Dalam Timbangan Islam).

Dalam majlis itu saya kemukakan alasan saya menghadiri majlis dzikir itu, yaitu karena saya yakin bahwa dzikir bersama itu bukanlah bid’ah dan saya hadir di sana adalah dalam rangka menyampaikan ceramah berkenaan dengan ilmu serta seruan saya kepada yang hadir untuk mempelajari serta mengamalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, kemudian meninggalkan syirik dan bid’ah. Mereka yang hadir meyakini bahwa dzikir bersama itu adalah bid’ah sebagaimana pendapat Al-Imam As-Syatibi. Saya mengemukakan kepada mereka dalil-dalil dari As-Sunnah An-Nabawiyah berkenaan dengan dzikir bersama serta keterangan para Ulama’ Ahlus Sunnah wal Jamaah terhadap dalil-dalil tersebut. Akhirnya As-Syaikh Muhammad menyimpulkan bahwa masalah tersebut perlu dipelajari lagi lebih serius. Namun permasalahan kehadiran saya di majlis dzikirnya Arifin Ilham itu dinilai oleh para hadirin, lebih banyak merugikannya dari pada menguntungkan untuk kepentingan Da’wah Salafiyah. Karena di sana saya ditampilkan duduk dengan para musuh Da’wah Salafiyyah seperti hizbiyyin dan quburiyyin. Yang demikian ini dikuatirkan akan mengesankan bahwa kita harus bersatu dengan hizbiyyin dan quburiyyin. Padahal Da’wah Salafiyyah sangat menentang hizbiyyah dan segala bentuk penyembahan quburan yang dikeramatkan. Maka dalam hal pandangan mafsadah (kerusakan) yang ditimbulkan oleh kehadiran saya di majlis itu, saya setuju dengan segenap yang hadir di rumah As-Syaikh Muhammad, dan saya nyatakan bahwa Ja’far Umar Thalib tidak sepantasnya untuk mendatangi majlis dzikir Arifin Ilham meskipun untuk berceramah padanya. Maka dengan tulisan ini sekaligus saya nyatakan bahwa mulai sekarang Ja’far Umar Thalib tidak akan hadir di majlis dzikir Arifin Ilham dan sekaligus juga Ja’far Umar Thalib menyatakan keluar dari Dewan Syari’ah Majlis Adz-Dzikra Arifin Ilham.

Adapun permasalahan pandangan saya tentang halalnya musik berdasarkan bacaan saya dari buku karya Abdullah bin Yusuf Al-Judai’, maka para mahasiswa Indonesia itu memberi tahu saya bahwa telah terbit buku bantahan terhadapnya yang ditulis oleh As-Syaikh Abdullah Ramadhan bin Musa yang diterbitkan oleh Darul Mu’ayyid –Riyadh Saudi Arabia. Merekapun memberikan kepada saya buku bantahan tersebut sebagai hadiah untukku berupa kitab yang tebalnya 620 halaman. Saya dengan senang hati menerima hadiah tersebut yang sangat berharga bagi saya dan langsung saya pelajari sampai artikel ini saya terbitkan. Saya belum selesai mempelajarinya dan untuk sementara saya nyatakan disini bahwa saya mencabut peredaran fatwaku tentang musik ini. Dan saya terus mempelajari tentang masalah tersebut.

Dan dalam rangka menjalankan apa yang dinasehatkan oleh As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali kepadaku, maka dalam tulisan ini saya lengkapi pernyataan taubatku kepada Allah dari tindakanku menggelari Salafiyyin di Indonesia dengan gelar Ahlul Fitnah wal Khiyanah (artinya tukang fitnah dan tukang khianat). Saya nyatakan bahwa saya telah bersalah dengan menggelari mereka seperti itu, dan dengan demikian saya cabut pernyataanku yang demikian itu. Maka dengan kerendahan hati saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap Salafiyyin atas kesalahan dan kedhalimanku terhadap hak kehormatan mereka.

Saya juga mengajak segenap Salafiyyin untuk bersatu kembali dalam naungan manhaj Salafus Shalih dan terus-menerus kita perlu mengoreksi diri kita sendiri dari berbagai kesalahan, kekhilafan dan penyimpangan dari manhaj tersebut. Marilah kita tumbuhkan semangat ukhuwwah Islamiyyah di atas landasan Al-Kitab dan As-Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah. Kita tumbuhkan husnud dzan (baik sangka) di antara kita Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan jauhkanlah berbagai suud dzan (sangkaan jelek) terhadap sesama kita agar kita dapat mematahkan berbagai makar setan yang terus-menerus ingin menyalakan api fitnah diantara Salafiyyin untuk melemahkan perjuangan Da’wah Salafiyyah.

Saya terus berdoa kepada Allah Ta’ala untuk membuka hatiku dan hati segenap Salafiyyin di Indonesia khususnya untuk menyambut ajakan dan seruan persatuan kembali Salafiyyin dalam suasana persaudaraan dan cinta karena Allah. Semoga Allah Ta’ala memberi hidayah dan taufiq kepada saya dan kepada segenap ikhwan Salafiyyin untuk kita saling menegur dan memperbaiki berbagai kekurangan, kesalahan, dan penyimpangan kita dalam suasana penuh cinta serta husnud dzan dalam ikatan persaudaraan karena Allah semata. Ya Allah, kabulkanlah doa hamba-MU ini. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendzalimi diri kami. Maka bila ENGKAU tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami menjadi golongan orang-orang yang merugi.

P E N U T U P

Saya tulis segala cerita dan pernyataan saya di dalam artikel ini dengan mengharap ridla Allah dan barakahNYA. Tentang apakah cerita yang saya sampaikan di sini memang benar, maka saya nyatakan di sini bahwa saya tidak punya bukti dan tidak punya saksi bagi kebenaran ceritaku di sini. Jadi bagi pembaca yang menyangsikan cerita ini atau bahkan tidak mempercayainya, maka alhamdulillah saya tidak keberatan dan tidak dirugikan. Hanya Allahlah yang menjadi saksi tentang kebenaran cerita ini, karena Dia-lah yang Maha Tahu segala yang terjadi dan segala yang tersembunyi di lubuk hati yang paling dalam. Siapapun yang ingin menegur dan membukakan pikiran saya dengan ilmu tentang kesalahan dan kekhilafan saya atau bahkan penyimpangan saya, saya akan sangat berterimakasih kepadanya bila dia langsung menghubungi saya. Bukan dengan SMS gelap atau surat kaleng ataupun yang sejenisnya. Karena teguran dengan jalan gelap yang demikian itu lebih membesarkan peluang bagi syaithan untuk menumbuhkan su'udzdzan dan permusuhan di antara kita. Wallahu a’lamu bis shawab.

Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib

48 Responses to " Laporan Khusus"
Ah. Zaenal Fanani
31 Mar 2010 at 12:02:06

Alhamdulillah....smoga salafy di Indonesia semakin berkembang maju dan dihindarkan oleh Alloh dari perpecahan. Smoga ustadz Ja'far selalu dlm perlindungan Alloh dan ampunan-Nya. Amin

Abu Luqman
15 Mar 2010 at 09:24:20

Alhamdulillahirabbil 'alamin
Barrokallahufiik kepada ust.Ja'far atas rujuk & taubat beliau. Semoga sebagai awal bersatunya salafiyin Indonesia dalam da'wah yang agung ini. Semoga Allah memberikan keistiqomahan, hidayah, barokah kepada beliau. Amiin yaa robbal alamin

Abu Umair - Bandung
22 Apr 2009 at 02:44:09

Semoga Ada Upaya Nyata dari ustadz Ja'far yang nyata utnuk bergabung lagi. Mengingat perselisihan diantara kalangan salafiyyin sangat berlarut-larut.Semoga terjadi persatuan kembali diantara salafiyyin sehingga kuat seperti dulu.

Muh Haris Miyanto
19 Apr 2009 at 08:48:15

Walhamdulillah

abu maryan
05 Apr 2009 at 10:10:30

Alhamdulillah,Semoga Allah subhanahuwata'ala menerima taubat ust.Ja'far.Semoga ustadz-ustadz salafiyin di indonesia kembali bersatu & selalu berusaha menjauhkan segala perselisihan.Semoga Allah subhanahuwata'ala mengokohkan dakwah salafiyah di Indonesia dan dunia.Amiin.

abu zinad
18 Mar 2009 at 07:28:56

namun persatuan itu masih sangat panjang ... dan impian ...

Perselisihan nampak masih tajam antara sesama salafiyin ...

abu ibrahim-semarang
20 Nov 2008 at 06:33:58

alhamdulillahirabbil'alamiin...begitulah ksatria..berani bertanggungjawab untuk semua kata-kata...wafaqonallah...

Firmansyah
08 Oct 2008 at 08:45:54

Alhamdulillah. Baroka Allhu fiik untuk Ust. Ja'far. Semoga Salafiyyun di Indonesia menjadi bersatu kembali. "Sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah orang yang paling banyak bertaubat kepada Allah Subhanahu wata'ala".
Firmansyah, Taliwang, Sumbawa Barat, NTB.

Abu Royyan - Smg
25 Sep 2008 at 10:17:05

Alhamdulillah..... Alloh telah mengabulkan keinginan kita semua. Semoga Alloh mentaqdirkan terwujudnya ishlah dakwah Salafiyyah di Indonesia.. amien..

IBNU HASAN
09 Sep 2008 at 09:10:53

Saya berharap agar ini menjadi momentum bagi ahlussunnah INDONESIA bersatu. jangan lagi saling tuding SURURI atau LJ. wahai saudara-saudaraku mari kita hilangkan kebencian antar ahlussunnah. yang harus kita benci adalah kaum kafirin dan musyrikin. sedangkan untuk saudara kita yang AWAM dengan SUNNAH yang masih bergelimang bid'ah harus kita dakwahi dengan lemah lembut dan ahlaq yang baik. Janganlah terlalu keras dan sinis sehingga membuat mereka lari dari SUNNAH, karna mereka adalah saudara kita.
Saya berharap agar ustadz Ja'far hafidzhahullah duduk satu majlis dengan Para asatidza seperti Ust.Abdul Hakim Abdat, Ust.Yazid Jawas, Ust.Muhammad Umar Sewed hafidzhahumullah dalam rangka mempersatukan Ahlussunnah di negeri ini.

Firdaus Herliansyah
08 Sep 2008 at 04:34:23

Alhamdulillah...
Berita ini sungguh membuat hati begitu bahagia.
Bersatulah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Pertikaian diantara salafiyyun hanya akan menjadi hujjah tambahan bagi hizbiyyun untuk menentang dakwah sunnah.

abdullah
07 Sep 2008 at 02:07:04

Bismillah. Alhamdulillah. Washolatu wasalamu 'ala rasulillah. Bagaimanapun juga beliau punya t4 khusus di dlm hati salafiyyin yg awal2 mengenal dakwah salaf di Indonesia, beliaulah guru kami yang dulu zuhud dimata kami(vespanya masih?)mau mengisi dakwah di semarang hanya dg angkutan umum yg murah....Masya Allah... Ana selalu berdo'a semoga Allah memberi kejujuran dan ketulusan ikhlas semata karena Allah. Semoga Allah menyatukan salafiyyin di Indonesia dan di dunia. Salafiyyin tidak pernah berpecah. yang berpecah adalah org2 yg hatinya ada penyakit. YA ALLAH SATUKANLAH BELIAU (JA'FAR UMAR THALIB) DI DALAM BARISAN SALAFIYYIN... Jadikan semua ini pelajaran tentang iman kita yang selalu naik dan turun.
Baarakallahu fiika ya abatii... ana uhibbuka lillahi ta'ala (afwan kalo ada salah & khilafnya)
'''''Al faqiir ilallah ta'ala Abdullah As Serui '''''

Samingun Kudus
07 Sep 2008 at 12:34:10

Alhamdulilah ustad Ja'far bertaubat, semoga taubat tersebut adalah iklas dan berasal dari hati yang sangat dalam, semoga dengan taubat beliau dapat mempersatukan salafiyin di Indonesia. Saya berharap persatuan salafiyin di Indonesia betul-betul terwujud.

Abu Zulfa
06 Sep 2008 at 09:41:42

Alhamdulillah 1000x
mudah2an seluruh salafiyyin di Indonesia bisa bersatu, sehingga kokoh dakwah ini, tapi saya heran, kenapa para asatidz tidak segera menanggapi atas keterbukaan ustadz Ja'far Umar thalib untuk Islah. Tunggu apa lagi, ayooo..... jangan takut tersaingi

abu uwais alqarny
03 Sep 2008 at 04:48:15

Alhamdulillah..

najib
30 Aug 2008 at 02:11:40

mudah mudahan di susul dengan level akar rumputnya ustadz Ja'far (murid muridnya yang dulu) dan beliau juga bertanggung jawab atas pemurnian kembali manhaj mereka yang keras , dan kasar ,terhadap sesama ahlus sunnah.

Fikri Abul Hassan
30 Aug 2008 at 11:16:52

To Abu Al-Jauzaa': Pemimpin yakni bertindak sebagai panglima Laskar Jihad, pernyataan Ust Ja'far selanjutnya: "Wahai Syaikh Rabi’, sesungguhnya sekarang ini tidak ada lagi perkara kepemimpinan". Dan perlu kita ingat bahwa kepemimpinan itu tidak selalu identik dengan ketentuan bai'at. Wa fiikum barakallah.

Abu al-jauzaa'
29 Aug 2008 at 04:28:52

maksud perkataan ini apa :
"Bukan sebagai PEMIMPIN mereka, akan tetapi kamu menjadi sebagian dari mereka"
maksud dr perkataan ust. ja'far yg katanya menukil perkataan sykh Robi yaitu :PEMIMPIN, maksudnya apa?
bukankah salafy (pengikut salafusolih) tdk memiliki pemimpin yg di baiat???
mohon pencerahan dari ust ja'far (ada something weird)
wallahu'alam

barakallohufiik

luqman
27 Aug 2008 at 09:30:42

alhamdulillah....
tak hentinya saya memuji ALLOH. semoga ALLOH memberikan sikap istiqomah kepada ustadz.
saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan di antara kita.

alangkah lebih baik klo para asatidz berkumpul dan memvideokan pernyataan taubat ustadz, sehingga kami benar2 yakin kalo para asatidz sudah benar2 bersatu di atas sunnah.

'Abdul 'Aziz Al atsari
27 Aug 2008 at 02:15:12

Walhamdulillah...mudah2an dengan kembalinya beliau Al ustadz Ja'far mempersatukan seluruh Salafiyyin yang berselisih di Indonesia, baik yang digelari Sholafy maupun Salaf-i (imitasi).....Walhamdulillah ana dan ikhwana di Serpong dan sekitarnya mencoba untuk mempersatukan antar ikhwan sbgmn yang tsb di atas, dengan mengadakan ta'lim bersama.... Bahkan ana pernah mengadakan daurah biidznillah yang diisi diantaranya oleh al Ustadz Muhammad Umar Assewed justru yang ketua panitia dauroh tsb adalah yang biasa ta'lim di ustadz Yazid Jawas.......
Semoga allah ta'ala memudahkan semua urusan kita amii...nn

Abu Taimiyyah Arif
27 Aug 2008 at 11:40:01

Bismillah, Assalamu'alaikum. Hal ini insya Allah merupakan kebesaran hati orang yang besar, luar biasa karena tidak semua orang mampu melakukannya. Saya tidak punya saran apa-apa karena bukan termasuk orang yang berilmu, hanya saja semoga segera berkumpul ditempat Asy Syaikh Rabi' Al Madkhali, Al Ustadz Ja'far Thalib, dengan Al Ustadz Muhammad As Sewed, Al Ustadz Usamah Mahri, Al Ustadz Dzulkarnain Sunusi, Al Ustadz Luqman Ba'abduh dan yang lainnya. Sedangkan para Ustadz yang lain seperti Al Ustadz Yazid Jawwas, Abu Nida, Abdul Hakim Abdat dan yang semisalnya mungkin bisa sekalian ikut pertemuan. Serta semoga nantinya yang khilaf bisa besar hati dan rujuk sehingga Dakwah Ahlus Sunnah semakin berkibar, amin.

Abu Khalid
26 Aug 2008 at 12:40:08

alhamdullilah,sangat bersyukur sekali ustadz yang menegakkan dakwah salaf di indonesia mulai bergabung kembali kepada ikwan2 salafyuun indonesia barakallah fiikum

Fikri Abul Hassan
24 Aug 2008 at 10:00:51

To Andi Abu Naufal: Ya ini pernyataan resmi Ust Ja'far, laporan ini juga dimuat dalam majalah SALAFY edisi terbaru (edisi 06 th ke.5). Khairan Insya Allah antum koordinir, insya Allah Ust Ja'far siap bertemu dengan siapapun. To Abdul Jabbar: Itu bukan Ust Ja'far Umar Thalib, akan tetapi Ja'far Umar yang lain. To Ibnu Abbas: 'Afwan pesan antum tidak bisa kami tampilkan, silakan antum simak audio alghuroba "Tanya Jawab Salafiyyun Banyuwangi Seputar Dzikr Berjama'ah & Adab Sopan Santun Dalam Berselisih Pendapat" semoga bermanfaat. To Abu Nauroh: Insya Allah, Allah yubarik fiikum

Perdana Akhmad S.psi
24 Aug 2008 at 03:15:00

tiada seseorang yang luput dari salah dan dosa, kita harus tetap hormat pada beliau.....

abu nauroh
24 Aug 2008 at 08:24:16

assalamu'alaikum, ustadz romadhon besok tidak ada dauroh di pondok ya???

Abu Hamzah
23 Aug 2008 at 09:42:36

Alhamdulillah, ini adalah nikmat yang tiada terkira, datangnya hidayah dari Allah Subhanawata'ala untuk Ustad Ja'far Umar Thalib, dan sikap ini hrs ditindak lanjuti oleh para salafiyun seluruh Indonesia. Kalau perlu segera diadakan ISLAH secara Nasional. Sudah waktunya kita fokus ke penegakkan Al-Qur'an dan Sunnah menurut pemahaman salafusholih. Dan hilangkan konflik2 pribadi di antara salafiyyun. Insyallah segera terwujud.

abdul jabbar
23 Aug 2008 at 09:35:26

saya membaca di pamflet, katanya ust. jafar besok mau ngisi di markas FPI. apa benar?

Fikri Abul Hassan
23 Aug 2008 at 05:37:43

Pertemuan Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib dengan Syaikh Rabi' Bin Hadi Al Madkhali tidaklah membahas hukum dzikrul jama'i secara khusus, pembahasan dzikir hanya dibahas secara khusus ketika Ustadz bertemu dengan Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Al-Aqil beserta para mahasiswa Universitas Islam Madinah, dan usai diskusi tidak ada kesimpulan hukum bahwa dzikirul jama'i yg dipahami Ust Ja'far adalah bid'ah secara mutlak karena Syaikh Muhammad menyatakan bahwa masalah tersebut perlu dipelajari lagi lebih serius. Hanya saja yang dikritik ialah kehadiran Ustadz Ja'far Umar Thalib di majlis dzikirnya Arifin Ilham yang ternyata mafsadahnya lebih besar (bukan krn tata cara dzikir jama'ahnya), jadi tidak relevan jika ada orang yang menyatakan "Ustadz Ja'far telah menipu Syaikh Rabi'". Adapun kehadiran Ustadz Ja'far Umar Thalib di Majlis Dzikir Nurus Salam (jama'ah presiden Susilo Bambang Yudhoyono) yang dipimpin Brigjen TNI Kurdi Musthafa tidaklah menghadirkan tokoh-tokoh kontroversial dari kalangan penganut Thariqat Shufiyah dan Quburiyyun yang kerap dihadiri Arifin Ilham, juga lafadz dzikir yang di ucapkan masyru' yakni istighfar, disamping itu Ustadz juga berkesempatan membimbing para hadirin dengan pembekalan ilmu secara khusus dalam majlis tersebut. Wallahu a'lam

Andi Abu Naufal
23 Aug 2008 at 04:54:53

assalaamu'alaykum wa rahmatullaah wa barakaatuh. walhamdulillaah wa syukrulillaah. apa ini merupakan pernyataan nresmi dari Ustadz untuk bertaubat terhadap permasalahan yang beliau terjatuh ke dalamnya? Bagaimana jika diadakan pertemuan antara ustadz-ustadz salafiyyin lainnya, seperti ustadz Muhammad as-Sewed dan ikhwah di asy-Syariah. Semoga Allah kembali mempersatukan dakwah salaf..

Abu Salman
22 Aug 2008 at 06:02:23

Barokallohu fiikum. Alangkah baiknya jika berita ruju'nya beliau ini diwujudkan dengan berita lanjutan yang lebih terperinci. Seperti tanggapan Al-Akh Abu 'Abdillah dan Al-Akh Jojo Hafizhohumalloh. Apakah Ustadzuna Ja'far Hafizhohulloh pun mau mengkoreksi gelar2 dan tahdzir2 yang telah beliau keluarkan kepada para asatidz seperti Al-Ustadz 'Abdul Hakim Abdat, Al-Ustadz 'Abdurrohman At-Tamimi, Al-Ustadz Yazid bin 'Abdul Qodir Jawas, Al-Ustadz Abu Qotadah dan lain2 Hafizhohumulloh??

Abu abdirrahman
22 Aug 2008 at 05:25:44

Alhamdulillah Semoga salafiyyin semakin kokoh dengan tobatnya pangti(panglima tertinggi) yang dulunya syaikh Robi' menjuluki anda,.

Aboe Zayd el-Posowy
22 Aug 2008 at 01:32:02

Alhamdulillah, segala puji hanyalah bagi Allah Rabbul Alamin. Akhirnya, keluar juga pernyataan resmi dari Al-Ustadz Ja’far Umar Thalib tentang ruju’nya beliau dari beberapa kesalahan yang telah beliau lalukan dahulu. Dan apa yang beliau sampaikan dalam pernyataan ini, alhamdulillah SAMA dengan apa yang diberitakan oleh Al-Ustadz Abdullah bin Taslim, Lc. kepada ana, ketika Ustadz Taslim ziaroh ke Bandung akhir Juli 2008 lalu. bahkan ust. Taslim sempat menjamu/ mengundang ust. Ja’far dikediamannya di Madinah waktu itu. Dan kita mengambil zhahir dari penyataan ust. Ja’far tentang ruju’nya beliau dari kesalahan-kesalahannya. semoga Allah senantiasa memberkahi dakwah Ahlu Sunnah di Nusantara ini, memberikan hidayahnya kepada kita semua, juga mengampuni segala kesalahan kita.

Kita berdo’a kepada Allah, semoga hal ini menjadi salah satu sebab terjadinya persatuan di kalangan Salafiyin Indonesia seperti dahulu kala. Amin.

Rizki Aji
22 Aug 2008 at 12:48:47

alhamdulillah...barakallohufiikum buat ustadz ja'far

Ilham Maulana
21 Aug 2008 at 04:57:06

Alhamdulillah.. baarakallohu lahu..

Ya Alloh.. ini adalah nikmat-Mu yang sangat besar bagi kaum muslimin di indonesia khususnya..

Ya Alloh.. permudahlah dakwah salafiyyah di Indonesia dengan nikmat ini..

Allohumma aamiin..

Semoga beliau dapat segera merajut kembali tali ukhuwah dg para asaatidz salafiyyiin di indonesia. Aamiin..

aboe zayd el-posowy
21 Aug 2008 at 02:53:53

allhamdulillah
segala puji bagi Allah. semoga Allah selalu memberikan hidayah kpd kita semua hingga hari kiamat tiba. amin
alhamdulillah, apa yang di sampaikan ustadz di atas seperti halnya yg diceritakan secara langsung oleh ust. abudlullah taslim kepada ana, ketika belia berkunjung ke bandung beberapa waktu lalu. ust taslim menceritakan ttg kedatangan ust. ja'far ke saudi, bahkan klo ga salah juga di undang mampir ke rumah ikhwan2 indonsia di madinah.

salam buat ust ja'far. semoga allah selalu menjaga ust dan kita semua

akhukum fillah

aboe zaid el-posowy

http://salafiyunpad.wordpress.com

anggit
21 Aug 2008 at 02:42:29

alhamdulillah..semoga Allah memberi kemudahan bagi ustadz jafar, ana mohon maaf karena pd acara dauroh bulan lalu tidak jd ikut di pondoknya ustadz jafar, padahal ana sudah daftar...

Abu_Abdillah
21 Aug 2008 at 02:40:21

Alhamdulillah Semoga Allah menerima tobat Ust. Ja'far.
Ana juga mo tanya, Ikhwan Salafi yang ust. maksud apakah sebatas mereka yang dulu ikut mendukung Ust. dalam LJ. atau juga mereka yang dahulu Ust. dan kawan2 katakan sururi seprti Ust. Yazid, Hakim, Abu Haidar dll?
Saya beraharap Salafiyoon semua bersatu tidak ada lagi perpecahan diantar mereka yang membuat musuh da'wah ini senang.
Wassalamu'alaikum

jojo
21 Aug 2008 at 09:26:35

apakah ustadz sudah minta maaf kepada person yg dulu digelari dengan gelar2 yg jelek secara langsung?dan bagaimana dengan ust Abdul Hakim Abdat, ust Yazid Jawwaz, Ust Abdrahman at-Tamimi?

abu sa'ad
21 Aug 2008 at 06:25:57

بسم الله
الحمد لله رب العالمين
Semoga dengan kembalinya Ust.ja'far bisa mengishlahkan salafiyyin di Indonesia, dan dakwah salafiyyin menjadi kuat dan bersinar di Indonesia. Hanya kepada Allah-lah kita memohon pertolongan.
بارك الله قيكم

Ahmad
20 Aug 2008 at 08:10:44

Semoga Alloh senantiasa menunjukkan kepada kita akan Al HAQ dan senantiasa ISTIQOMAH

Asad Fbz
20 Aug 2008 at 06:39:43

Alhamdulillah, inilah yang kami sangat harapkan, kembalinya Ustad Ja'far kedalam pangkuan salafiyyin. Kami merindukan tausiyah Ustad Ja'far Umar Thalib. Semoga dengan ini, salafiyyin semakin berjaya.

Abulizz
20 Aug 2008 at 04:04:14

Alhamdulillah.
Dari dulu kami selalu mendoakan ustadz agar beliau diberikan hidayah oleh Allah. Kami menunggu saat saat Ustadz Ja'far kembali bersanding bersama asatidzah yang lain seperti Ustadz Muhammad As Sewed, Ustadz Luqman Ba'abduh, Ustadz Dzulqarnaen, dan asatidzah yang lain, Barakallahu fikum

Abu Nuralif
20 Aug 2008 at 03:30:15

Alhamdulillah,Akhirnya rasa penatku terhadap sikap ustad sudah terobati dan hilang serta punah,Semoga Allah swt memberikan kekuatan dan istiqomahnya dalam manhaj salaf ini.

Ana Salut dengan sikap ustad yang siap bertaubat ketika bersalah... sudah lama hal ini ana tunggu-tunggu...

Akbar
20 Aug 2008 at 03:08:51

mmg harus begini sikap seorang salafy berani mengakui kesalahan2xnya, semoga Allah memberkahi Ust Ja'far

ibnu_abbas
20 Aug 2008 at 09:11:05

Walhamdulillah...

Semoga menjadi kebaikan untuk para salafiyyin seluruh Indonesia..

Amin ya robbal'alamin

NB : Abdullah batam ? siapa ya ?
Ana dulu jg dari batam nih...

Abdullah
19 Aug 2008 at 01:14:39

Bismillah. Kepada Ust. Ja'far baarokallahu fiik. Kapan Ust. bisa bersilaturrahmi ke Batam. Semoga para salafiyyin bisa bersatu kembali di atas Manhaj yang haq ini. Besar harapan kami, kita bisa bersatu...

Muhammad
19 Aug 2008 at 12:52:15

ana salut dengan otokritik ustadz ja'far, insya Allah barokah ust.

Abdul Mun'im
19 Aug 2008 at 11:47:50

Alhamdulillah semoga salafiyyin bersatu kembali dan saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa


 

Leave a Reply

Nama*
Website
E-mail*
*

 

alghuroba crew © 2008 | +62 856 4310 2002 (no esemes) site admin | assyaikh@yahoo.com