Bismillahirrahmanirrahim!
Semoga dengan kehadiran website alghuroba
ini menjadi sebab kebaikan bagi kita semua, selamat membaca.
Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Akhlaqul Karimah
Bimbingan Ibadah Syar'iyah
Biografi Ulama Ahli Hadits
Metodologi Salaf
Nasihat Untuk Muslimah
Tafsir Al-Qur'an dan Al-Hadits
Bimbingan Kesehatan
Berkenalan Dengan Manhaj Salaf
Kesimpangsiuran yang terjadi pada sebagian orang yang mengaku bermanhaj "Salaf" yang sesungguhnya pemahamannya telah terkontaminasi..
Baca Tuntas
 
Fenomena "Jama'ah Islamiyah"
"Jama'ah Islamiyah" bukan sekedar wacana (menampik persepsi Barat mengenai kelompok "Jama'ah Islamiyah")
Baca Tuntas
 
Muhibah Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib
Pasang surut dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah di Indonesia telah berlangsung sejak zaman Imam Bonjol di Sumatra Barat atau bahkan sebelumnya sampai sekarang
Baca Selengkapnya
 

print
:: Ini Zaman Jahiliyah?
Admin  18 Agustus 2008

Pengertian jahiliyah ialah keadaan bangsa arab yang bodoh tentang Allah dan Rasul-rasulNya dan juga bodoh mengenai ketentuan-ketentuan agama dimasa sebelum turunnya Islam. Dan kondisi akhlaq dimasa itu kerap berbangga-bangga diri dengan nasab, bersombong, bermegah-megahan dalam harta dan semisalnya (Nihayah Libnil Atsir 1/323). Kata jahiliyah dinisbatkan dengan kata al-jahl yakni ketiadaan ilmu atau pasif dari kemestian mengikuti ilmu. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah:

“Bahwa orang yang tidak mengerti akan kebenaran maka dia disebut jaahilun jahlan basiithan (orang bodoh namun mengerti kalau dia bodoh). Namun apabila seseorang meyakini sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu maka dia disebut jaahilun jahlan murakkaban (orang bodoh yang kebodohannya berlipat, yakni tidak mengerti kalau dia bodoh), sama seperti orang yang menyelisihi kebenaran dalam keadaan mengerti kebenaran tersebut atau tidak mengerti, maka dia juga disebut sebagai jaahil (orang yang bodoh)”.

Maka telah jelas diatas, bahwa manusia sebelum diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam mereka dalam masa jahiliyah yakni kosong dari ilmu. Segala sesuatu yang mereka perbuat dikala itu apakah dalam bentuk perkataan-perkataan ataupun perbuatan-perbuatan semata-mata dilakukan diatas kebodohan. Demikian juga dengan segala ajaran yang menyelisihi apa yang datang dari para Rasul dengannya; seperti yahudiyah dan nashraniyah pun termasuk jahiliyah. Dalam konteks ini para Ulama memberikan istilah jahiliyah ‘ammah (secara umum).

Adapun pasca diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam, maka jahiliyah bisa terjadi disatu negeri namun belum tentu terjadi di negeri yang lainnya; seperti kejahiliyahan yang terjadi pada negeri orang-orang kafir. Jahiliyah juga kadang terjadi pada diri seseorang, seperti orang yang belum masuk Islam maka dia termasuk kategori jahiliyah walaupun dia tinggal di negeri Islam. Sehingga setelah diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam tidak ada lagi zaman jahiliyah secara mutlak. Karena sesungguhnya akan senantiasa muncul dari ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam yang akan menampilkan kebenaran secara demonstratif sampai mendekati hari kiamat.

Maka jahiliyah dalam makna yang khusus terkadang kita dapati pada sebagian negara-negara muslimin dan banyak pula terjadi pada sebagian besar kaum muslimin. Sebagaimana hal ini telah di isyaratkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam:

“Ada empat perkara pada ummatku yang termasuk jahiliyah”. (HR. Muslim)

Juga sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam kepada shahabatnya Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu ‘anhu:

“Sesungguhnya pada dirimu masih terdapat mental-mental jahiliyah”. (HR. Bukhari & Muslim)

Berikut ringkasan penulis mengenai pembahasan diatas:

Kata jahiliyah itu dinisbatkan dengan kata al-jahl yakni ketiadaan ilmu. Dan jahiliyah dibagi menjadi dua klasifikasi:

Pertama, jahiliyah ‘ammah (secara umum) yakni terjadi sebelum diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam dan telah berakhir setelah diutusnya beliau Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam.

Kedua, jahiliyah khashshah (secara khusus) yakni terjadi pada sebagian negara atau sebagian orang dan yang demikian akan senantiasa terus-menerus ada.

Maka perlu kita ingat dalam hal ini, bahwa banyak orang yang keliru persepsi dalam memahami kata jahiliyah, dimana mereka men-generalisir kata jahiliyah dengan mengatakan “jahiliyah di zaman ini” atau “jahiliyah di generasi ini” dan semisalnya. Padahal yang benar ialah “jahiliyah yang terjadi pada sebagian orang yang ada di zaman ini” atau “terjadi pada mayoritas orang yang ada di zaman ini”. Adapun generalisasi kata jahiliyah maka tidak benar dan tidak boleh menyatakan demikian, karena jahiliyah telah berakhir pasca diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam.

Kitab Tauhid Hal. 19
Syaikh Shalih Bin Fauzan Al-Fauzan
Alih Bahasa: Fikri Abul Hassan

5 Responses to " Ini Zaman Jahiliyah?"
anggit
22 Aug 2008 at 12:45:11

penawar jahil adalah ittiba kpd rasul shallallahu 'alaihi wasallam, semoga Allah subhanahu wa ta'ala menyelamatkan kita dan keluarga kita dari hal demikian

anggit
21 Aug 2008 at 02:26:39

penawar jahil adalah i'tiba kpd rasul saw, semoga Allah swt menyelamatkan kita dan keluarga kita dari hal demikian

Abu Abdullah
19 Aug 2008 at 03:23:10

obatnya jahil adalah ilmu, semoga kita senaniasa dimudahkan Alloh untuk menuntut ilmu syar'i

Usi
18 Aug 2008 at 09:30:10

alhamdulillah tambah ilmu lagi *dia wanita up to date* he

ummu syaikhah
18 Aug 2008 at 04:44:03

hmm ga taulah fitnah apa yang sedang mendera umat ini. orang2 berlomba2 mencari ketenaran dan popularitas dan memamerkan harta2nya bahakan ga aqidah ikut dikorbankan demi itu semua.

semoga Allah menyelamatkan kita semua dari fitnah2 dunia


 

Leave a Reply

Nama*
Website
E-mail*
*

 

alghuroba crew © 2008 | +62 856 4310 2002 (no esemes) site admin | assyaikh@yahoo.com