Bismillahirrahmanirrahim!
Semoga dengan kehadiran website alghuroba
ini menjadi sebab kebaikan bagi kita semua, selamat membaca.
Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Akhlaqul Karimah
Bimbingan Ibadah Syar'iyah
Biografi Ulama Ahli Hadits
Metodologi Salaf
Nasihat Untuk Muslimah
Tafsir Al-Qur'an dan Al-Hadits
Bimbingan Kesehatan
Berkenalan Dengan Manhaj Salaf
Kesimpangsiuran yang terjadi pada sebagian orang yang mengaku bermanhaj "Salaf" yang sesungguhnya pemahamannya telah terkontaminasi..
Baca Tuntas
 
Fenomena "Jama'ah Islamiyah"
"Jama'ah Islamiyah" bukan sekedar wacana (menampik persepsi Barat mengenai kelompok "Jama'ah Islamiyah")
Baca Tuntas
 
Muhibah Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib
Pasang surut dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah di Indonesia telah berlangsung sejak zaman Imam Bonjol di Sumatra Barat atau bahkan sebelumnya sampai sekarang
Baca Selengkapnya
 

print
:: Fatwa Syaikh Bin Baaz
Admin  21 Juli 2008

Samahatus Syaikh,.. gerakan Ikhwanul Muslimin telah memasuki kerajaan (Saudi Arabia) sejak beberapa waktu yang lalu. Mereka telah memiliki kegiatan yang jelas di antara thalabatul ‘ilmi (para pelajar). Bagaimana pendapatmu tentang gerakan itu? dan seberapa jauh hubungannya dengan Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah?

Jawab:

Gerakan Ikhwanul Muslimin telah dikritik oleh para ulama yang utama, karena mereka tidak memiliki orientasi dakwah kepada tauhid dan tidak mengingkari kesyirikan serta kebid’ahan. Mereka memiliki metode khusus yang menyebabkan kurangnya kegiatan berdakwah kepada Allah dan tidak adanya pengarahan kepada Aqidah yang benar yang mana Ahlus Sunnah Wal Jama’ah diatasnya. Sudah semestinya bagi Ikhwanul Muslimin untuk memiliki perhatian terhadap dakwah salafiyah, dakwah kepada tauhid, pengingkaran terhadap peribadatan kubur dan bergantung kepada orang-orang mati, istighatsah (minta pertolongan) kepada ahlul kubur seperti Al-Husain, Al-Hasan atau Al-Badawy dan semisalnya. Wajib bagi mereka memiliki perhatian terhadap perkara yang sangat mendasar ini, karena perkara ini sebagai pokok agama dan kali pertama dari ajaran yang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam serukan di Makkah. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam mengajak untuk mengesakan Allah dan mengajak kepada makna Laa Ilaaha Illallah.

Mayoritas para ulama mengkritik mereka karena masalah ini, yaitu tidak ada semangat mereka untuk berdakwah kepada tauhidullah dan ke-ikhlasan kepada-Nya serta pengingkaran kepada apa yang di ada-adakan oleh orang-orang bodoh seperti ketergantungannya kepada orang-orang mati, beristighatsah kepada mereka, bernadzar untuk mereka dan menyembelih untuk mereka, karena hal ini adalah merupakan syirik besar (jika pelakunya mati dan belum sempat bertaubat dari padanya maka dia kekal dineraka). Demikian pula para ulama membantah mereka oleh karena tidak adanya perhatian terhadap sunnah, ittiba’ (kemestian untuk mengikuti) sunnah dan tidak ada perhatian terhadap hadits yang mulia serta tidak adanya perhatian terhadap apa yang ada diatasnya salaful ummah (salafus shalih) dalam hukum-hukum syari’at. Dan masih banyak permasalahan lain yang aku dengar saudara-saudaraku (para ulama) mengkritik mereka. Semoga Allah memberikan taufiq kepada mereka, membantu mereka dan memperbaiki keadaan mereka.

Syaikh Abdul ‘Aziz Bin Baaz Rahimahullah
Al-Majalla no. 806

6 Responses to " Fatwa Syaikh Bin Baaz"
Fikri Abul Hassan
01 Aug 2008 at 05:07:48

Saudari Dliya semoga dirahmati oleh Allah. Perlu saudari ketahui bahwa kekurangan itu ada 2 macam yakni kekurangan dalam perkara ushul (prinsip) dan kekurangan dalam perkara furu' (yakni perkara yang masih terjadi ikhtilaf (perbedaan pendapat) diantara para ulama ahli hadits tentangnya), dan masing-masing kekurangan mempunyai metode yang berbeda dalam penyikapannya (baca: Irsyadul Fuhul Al Imam Asy Syaukani dan Raf'ul Malam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahumallah). Kekurangan yang ada pada gerakan IM menyangkut perkara prinsip artinya kekurangan yang ada pada mereka sangat fatal (tidak bisa ditolerir) dan ini salah satu bentuk kemungkaran yang harus ditindak, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa 'ala aalihi wasallam:

"Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubahnya dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah." (HR. Muslim no. 49)

Saudari juga perlu tahu, bahwa musuh islam itu tidak hanya kuffar (luar islam), akan tetapi juga ada musuh dari dalam yakni ahli bid'ah dan manuvernya lebih berbahaya daripada kuffar, oleh karena mereka menggunakan atribut-atribut agama dalam memerangi umat islam.

Sebaiknya saudari pelajari dulu manhaj salaf agar tidak keliru dalam memberikan penilaian. Silakan saudari baca dengan seksama artikel wawancara "Berkenalan Dengan Manhaj Salaf" selamat membaca dan semoga bermanfaat.

dliya athifah
31 Jul 2008 at 11:57:35

afwan.ana hanya org yg masih serba kekurangan akan pengetahuan.tapi menurut ana pernyataan diatas ada benarnya namuntidak sepenuhnya benar. kita mempunyai musuhyang sama.mencari jalan untuk memerangi musuh2islam menurut ana lebih baik ketimbang kita malah mencari kelemahan2 serta kekurangan2 saudara seiman.mencap satu golongan sebagai ahli bid'ah serta terus mencari kelemahannya.bukannya tak ada sesuatu apapun yg sempurnah dalam hdp ini?jika terus saja seperti ini hanya mencari2 kesalahan org dan merasa diri dan golongannya paling benar maka niscaya kehancuran umat islam sedah didpn mata.afwan jiddan

Denny Juzaili
29 Jul 2008 at 10:47:41

Ummu Sasya, anti cobalah datangi majelis ilmu, manatah tak kenal Syaikh ibn Baaz.

Musa
26 Jul 2008 at 01:06:32

Bismillah.Para ulama adalah orang-orang yang telah dipilih Alloh untuk menjaga dien ini yaitu Al Islam.Jadi sudah barang tentu mereka memiliki dasar-dasar yang haq untuk menentukan sesuatu.maka kita tidak seharusnya meragukan fatwa-fatwa mereka.wallohu ta'ala a'lam.

Fikri Abul Hassan
24 Jul 2008 at 03:40:30

Syaikh Abdul 'Aziz Bin Baaz Rahimahullah termasuk dari jajaran Ulama Islam abad ini. Beliau pernah menjabat sebagai Hakim dalam waktu yang panjang, sekitar 14 tahun, tugas itu berawal dari bulan Jumadil Akhir tahun 1357 H. Kemudian beliau juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Madinah pada tahun 1390 H. Dan menjadi ketua Lajnah Daimah (Komite Tetap) terhadap penelitian dan fatwa dalam masalah keagamaan di dalam lembaga Kibarul Ulama tersebut. Serta masih banyak lagi jabatan-jabatan penting yang beliau pegang dimasa hidupnya. Tentu dengan berbagai latar belakang tersebut, penilaian beliau termasuk penilaian para ahli yang dapat menjadi pertimbangan bagi kita umat islam untuk melangkah kedepan. Mungkin IM yang saudari kenal masih sebatas "kulit" belum "isi", alhasil saudari dengan serta merta menyimpulkan bahwa banyak pihak yang menyaru-nyaru sebagai IM lho!

ummu Sasya
21 Jul 2008 at 02:22:15

maaf, yang memberi fatwa ini siapa ya? (maksudnya Abdul 'Aziz bin Baaz???) apa sudah mengkaji betul2 tentang Ikhwaanul Muslimin yang sebenarnya???
banyak yg menyaru sebagai IM lho...hati2!


 

Leave a Reply

Nama*
Website
E-mail*
*

 

alghuroba crew © 2008 | +62 856 4310 2002 (no esemes) site admin | assyaikh@yahoo.com