Bismillahirrahmanirrahim!
Semoga dengan kehadiran website alghuroba
ini menjadi sebab kebaikan bagi kita semua, selamat membaca.
Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Akhlaqul Karimah
Bimbingan Ibadah Syar'iyah
Biografi Ulama Ahli Hadits
Metodologi Salaf
Nasihat Untuk Muslimah
Tafsir Al-Qur'an dan Al-Hadits
Bimbingan Kesehatan
Berkenalan Dengan Manhaj Salaf
Kesimpangsiuran yang terjadi pada sebagian orang yang mengaku bermanhaj "Salaf" yang sesungguhnya pemahamannya telah terkontaminasi..
Baca Tuntas
 
Fenomena "Jama'ah Islamiyah"
"Jama'ah Islamiyah" bukan sekedar wacana (menampik persepsi Barat mengenai kelompok "Jama'ah Islamiyah")
Baca Tuntas
 
Muhibah Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib
Pasang surut dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah di Indonesia telah berlangsung sejak zaman Imam Bonjol di Sumatra Barat atau bahkan sebelumnya sampai sekarang
Baca Selengkapnya
 

print
:: Wali Allah & Ziarah Kubur
Admin  23 Mei 2008

Bukanlah Yang Dikatakan Wali Itu Dapat Bertindak Apa Saja Terhadap Diri Seseorang

Tanya:

Aku pernah mendengar dan menyaksikan sendiri dengan kedua mataku ini, bahwa ada yang mengatakan “Sesunggunya para wali itu adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk bertindak apa saja didunia dan terhadap diri seseorang. Dan mereka mengatakan bahwa para wali tersebut mempunyai empat puluh wujud; terkadang engkau melihat mereka dalam wujud manusia, terkadang juga engkau melihat mereka dalam wujud ular atau macan dan semisalnya. Mereka yang meyakini ini pergi ke kuburan para wali tersebut dan tidur disana hingga akhir malam, kemudian mereka berkata: “Wali-wali itu hadir dalam mimpiku, dan mereka berkata: “Pergilah, sesungguhnya engkau telah disembuhkan”. Apakah pernyataan mereka ini benar atau tidak?

Jawab:

Sesungguhnya para wali Allah itu tidaklah seperti yang disaksikan saudara penanya. Allah Ta’ala tidaklah menganugrahkan kepada mereka sebab-sebab yang “luar biasa” yang mana Allah Ta’ala memberikan sebab-sebab tersebut kepada selain manusia. Jadi mustahil jika para wali itu memiliki kemampuan yang luar biasa, dan mustahil bagi mereka untuk dapat menyerupai wujud ular, macan dan semisalnya dari wujud-wujud hewan. Kemampuan untuk melakukan perubahan wujud semisal ini hanya Allah berikan kepada makhluk-Nya dari kalangan Malaikat dan Jin; dan yang demikian itu khusus bagi mereka.

Adapun mengunjungi (ziarah) kuburan maka ini disyariatkan, yakni dalam rangka mendoakan ampunan dan rahmat bagi para penghuni kubur tersebut. Namun yang perlu kita ingat, bahwa tidak boleh berziarah kubur -apakah itu pergi ke kuburan wali-wali atau selainnya- dalam rangka mencari barakah, kemudian meminta dilepaskan dari malapetaka dan minta dipenuhi kebutuhannya dari penghuni kubur tersebut. Karena perbuatan yang demikian ini termasuk syirik besar (yakni tidak diampuni dosanya jika si pelaku mati dan tidak sempat bertaubat daripadanya, -pent). Sama halnya menyembelih kurban dengan niat yang ditujukan untuk selain Allah, atau untuk Allah tapi juga disertai niat untuk selain-Nya; maka perbuatan ini pun termasuk syirik besar. Alhasil cerita-cerita mereka adalah dusta dan menyelisihi nash syari’ah. Bahkan ini sebagai suatu amalan mungkar yang berasal dari keyakinan-keyakinan syirik.

Shalawat dan salam atas Nabi Muhammad, keluarganya serta para shahabatnya.

Fatawa Lajnah Da’immah (jilid 1/53)
Ketua : Syaikh Abdul ‘Aziz Bin Baaz Rahimahullah
Alih Bahasa : Fikri Abul Hassan

2 Responses to " Wali Allah & Ziarah Kubur"
Fikri Abul Hassan
10 Jun 2008 at 01:43:16

Silakan saudara baca artikel berikut:

- Definisi Syirik
http://alghuroba.org/index.php?read=54

- Klasifikasi Syirik
http://alghuroba.org/index.php?read=53

semoga bermanfaat.

http://alghuroba.org

yaghib
08 Jun 2008 at 04:32:52

salam......
pak ustadz saya mau nanya, yang di maksud syirik besar tentang ziarah kubur itu apa? pak ustadz bukankah yang cari tabarrukan ke kuburan itu juga orang2 yang mendirikan sholat, puasa, dan zakat....nabi kita aja ber sabda bahwa orang yang mngucapkan kalimat syahadat dan dia meyakini kebenaran akan isi kandungan syahadat itu, dan dia meninggal dengan keyakinan itu, bukankah orang itu ada jaminan untuk masuk syurga nya tuhan yang esa walaupun di dunia dia sebagai pendosa... lalu bagaimana dengan orang2 di atas? mereka tidak hanya bersyahadat tetapi juga mengamalkan kandunagn dari syahadat itu, biar juga mereka melakukan ziaraoh kubur....? mohon di jelaskan! salam....


 

Leave a Reply

Nama*
Website
E-mail*
*

 

alghuroba crew © 2008 | +62 856 4310 2002 (no esemes) site admin | assyaikh@yahoo.com